Meski punya model rambut ala mohawk alias berjambul, wajah huliap menampilkan ekspresi sedih. Bola matanya yang hitam pekat seolah menyimpan duka lara. Ia hanya mengeluarkan bunyi khas: cek cek… sehingga sering dinamai cekcek. Dalam struktur sosial, mereka hidup berkelompok dengan seekor jantan alfa sebagai pemimpinnya. Jantan alfa ini punya sistem harem.
---------------------------------
Dame Ambarita, MetroDaily
---------------------------------
Di Sumut ada sekitar 11 jenis lutung. Beberapa jenis lutung bentuk fisiknya mirip sekali. Kalau dilihat pertama kali, huliap Batangtoru mirip dengan kedih di Bartu Ardan Pakpak Bharat. Juga dengan primata sejenis di Aceh.
“Saya awalnya juga sempat tertipu. Tetapi begitu bersuara, mereka jadi gampang dibedakan. Kalau kedih bersuara kayak batuk: Houu houu houu. Kalau huliap berbunyi: cek cek,” kata Suci Utomo, dosen Unas. pembimbing Dimas dan Fatiya.
Cek cek… menjadi suara khas huliap untuk berkomunikasi dengan sesamanya. Jantan alfa akan memberi tekanan nada tertentu pada bunyi cek cek, yang berfungsi sebagai tanda aman atau tanda bahaya.
Dalam struktur sosial, huliap hidup berkelompok dengan seekor jantan sebagai pemimpinnya. Secara umum, kelompok lutung berbagai jenis memiliki sistem sosial yang mirip. Di dunia primatologist disebut: satu jantan banyak betina. “Lebih mudahnya, sistem harem,” kata dr Puji Rianti sembari tertawa.
Berbeda dengan kaum monyet ekor panjang atau kaum bodat (Bahasa Batak), di mana sistem sosialnya banyak jantan banyak betina sehingga kelompoknya bisa besar, kawanan lutung huliap hanya satu jantan banyak betina. Ini membuat kelompoknya kecil saja. “Antara 15 hingga 20 anggota per kawanan,” kata Dimas.
Pada sistem sosial huliap, jantan alfa akan dominan ke semua betina. Jantan remaja masih boleh hidup dalam kawanan. Tapi begitu dia dewasa, jika dia ingin menjadi pemimpin di kawanan lamanya, dia hanya bisa mengambil alih posisi bapaknya dengan pertarungan atau terusir.
Biasanya, jantan dewasa yang berjiwa alfa, harus keluar dari kelompoknya dan membentuk kelompok sendiri. Dia bisa mencari betina dari kelompok lain, atau bisa mengambil alih kelompok-kelompok yang sudah ada dengan menyingkirkan jantan alfa.
Para jantan alfa yang hendak mencegah upaya kudeta, tidak jarang melakukan infanticide atau pembunuhan bayi sendiri saat lahir. Tujuannya, supaya kekuasaan sang ayah tidak diambil alih di masa depan.
Huliap yang diketahui hanya hidup di Sumatera Utara ini memiliki usia kehamilan rata-rata 3-4 bulan.
Soal jenis penyakit yang bisa menyerang, belum ada penelitian yang lebih dalam. Hanya saja kelompok lutung sejenis pernah ditemukan menderita penyakit kulit dalam penelitian di Aceh. Si lutung yang sakit ini terus menggaruk-garuk badannya yang gatal. “Kerennya, dia memilih keluar dari kelompoknya untuk menghindari supaya kawanan tidak tertular,” kata Suci Utomo.
Penyakit serupa juga pernah terlihat pada primata jenis Siamang. “Kalau huliap, saya tidak tahu karena jujur belum banyak penelitian,” kata Suci Utomo.
Ditanya soal perkiraan populasi huliap yang masih tersisa di Sumatera Utara, dra Suci dan Dr Puji juga belum bisa memperkirakan, karena belum ada penelitian yang memadai tentang huliap. (mea/bersambung)
Editor : Editor Satu