Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Mata ‘Enak’ Usai Operasi Katarak PTAR , Anak SD asal Tapsel Ini Mau jadi Polisi

Editor Satu • Kamis, 12 September 2024 | 11:52 WIB

Mustofa Harahap, 9 tahun (tengah), dikawal awah dan ibunya usai menjalani operasi katarak gratis yang digelar PT Agincourt Resources di RS Mata 77 Medan, Senin (9/9/2024).
Mustofa Harahap, 9 tahun (tengah), dikawal awah dan ibunya usai menjalani operasi katarak gratis yang digelar PT Agincourt Resources di RS Mata 77 Medan, Senin (9/9/2024).

Kebiasaan sepele seperti mengucek mata yang gatal atau kena debu, bisa menyebabkan luka dan memicu katarak. Kalau sudah menjadi katarak, jangan biarkan berlarut-larut. Sebisa mungkin segera ditangani, khususnya lewat operasi. Jangan sampai katarak menghalangi seorang anak menggapai cita-cita.

---------------------------

Meski mata kanannya masih dibalut perban, Mustofa Harahap, bocah 9 tahun asal Aek Pardomuan, Angkola Sangkunur, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara ini tampak manis dengan senyuman di wajahnya. Tidak ada tanda-tanda lesu pascaoperasi katarak. Senyumnya terkembang lebar menampakkan giginya yang putih rata.
“Sakit nggak operasinya?” tanya wartawan.
“Nggak. Nggak terasa sakit,” jawabnya manis.
Didampingi ayahnya Saddam Husein Garahap (42) dan ibunya Nurmayanti Rambe (38), anak keempat dari lima bersaudara ini mengatakan, kena katarak sejak duduk di kelas 2 SD.
“Awalnya, mata terasa kabur sejak kelas 2 SD. Abis itu, sering kucek mata,” kata anak yang kini sudah duduk di bangku kelas 4 SD..
Oleh ayah dan ibunya yang bekerja sebagai petani sawit di Tapsel, ia dibawa berobat ke RS di Padangsidimpuan. Namun dokter di sana mengatakan, mereka tidak mampu menangani dan harus dirujuk ke Medan.
Karena kesibukan sebagai petani sawit, kedua orangtuanya menunda pengobatan ke Medan.
“Alhamdulilah, Juli kemarin itu, pihak Tambang Emas Martabe mendatangi rumah warga untuk mendata siapa saja penderita katarak. Kami pun mendaftar dan anak kami diperiksa di RS Bhayangkari di Batang Toru,” jelas ibunya.
Ternyata hasil pemeriksaan dokter, penyakit katarak di mata kanan Mustofa harus dirujuk ke RS Mata Medan. “Katanya, RS itu kurang peralatan untuk jenis katarak yang diderita anak saya,” lanjutnya.

Alhasil, berkat koordinasi dari pihak PT Agincourt Resources yang menggelar Operasi Katarak Gratis ‘Buka Mata, Lihat Indahnya Dunia’, Mustofa dan kedua orangtuanya diberangkatkan ke RS Mata 77 Medan untuk menjalani operasi.
“Kami berangkat Sabtu kemarin dari Tapsel. Perjalanan 12 jam sampai Medan. Mustofa dioperasi Minggu. Dan Senin hari ini, katanya perban di mata sudah bisa dibuka,” terang Nurmayanti Rambe.
Mustofa sendiri mengaku sangat siap dioperasi. “Sama sekali nggak takut,” kata anak yang punya saudara kembar ini.
Selama kena katarak, Mustofa mengaku tetap bisa membaca. Hanya saja di kelas ia mesti duduk di bangku paling depan kelas. Ia juga masih bisa naik sepeda dan main buku tangkis. “Tapi pandangan kadang terasa gelap. Kadang bisa melihat jauh, kadang tidak bisa. Kadang mata terasa gatal. Jadi sering saya kucek,” katanya.
Pascaoperasi, ia menyebut matanya langsung terasa enak. “Enak… nyaman,” katanya dengan senyum terkembang.

Director & CFO PT Agincourt Resources Noviandri (kanan) menyerahkan bingkisan berupa alat tulis dan bola kepada Mustofa Harahap, 9 tahun (tengah), yang baru menjalani operasi katarak, Senin (9/9/2024)
Director & CFO PT Agincourt Resources Noviandri (kanan) menyerahkan bingkisan berupa alat tulis dan bola kepada Mustofa Harahap, 9 tahun (tengah), yang baru menjalani operasi katarak, Senin (9/9/2024)

Penggemar mata pelajaran agama ini mengaku hendak mengejar mimpinya sebagai petugas berseragam. ”Nanti kalau udah besar, mau jadi polisi,” cetusnya mantap
Saat diundang maju untuk memberi kesaksian di acara Talk Show Kesehatan Mata dan Penutupan Operasi Katarak 2024 Tambang Emas Martabe di RS Mata 77 Mencirim Medan, anak kecil itu mendapat bingkisan dari PTAR yang diserahkan langsung oleh Director & Chief Financial Officer PT Agincourt Resources, Noviandri.
“Terimakasih kepada dokter yang semalam mengoperasi. Terimakasih kepada (Tambang Emas) Martabe,” katanya.
Ayahnya, Saddam Hussei mengaku senang anaknya sudah dioperasi katarak. “Semoga Mustofa tumbuh menjadi anak yang membanggakan orangtua,” katanya.
Tahun ini, PT Agincourt Resources, pengelola Tambang Emas Martabe, berhasil menyelenggarakan rangkaian operasi katarak gratis 2024 dengan memulihkan 1.602 mata katarak pada 1.531 orang di Sumatra Utara.
Angka ini merupakan salah satu yang tertinggi selama 10 tahun penyelenggaraan program operasi katarak gratis “Buka Mata Lihat Indahnya Dunia” yang dimulai sejak tahun 2011.

Dengan demikian, total mata katarak yang telah menjalani operasi katarak besutan Tambang Emas Martabe selama 10 tahun ini mencapai 12.173 mata pada 10.684 orang.
Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources, Katarina Siburian Hardono, menambahkan rangkaian operasi katarak tahun 2024 awalnya dialokasikan untuk 1.300 mata katarak. Namun, karena antusiasme masyarakat yang begitu besar, Perusahaan menambah kuota mata katarak yang dibedah.
"Operasi katarak di Batang Toru pada Juli lalu. Jumlahnya lebih dari 1.000 mata, sudah mendekati target awal. Tingginya antusiasme dan komitmen Perusahaan pada peningkatan kesehatan masyarakat mendorong kami untuk menambah kuota mata katarak yang akan dioperasi dan mendapat kesempatan untuk melihat kembali indahnya dunia," kata Katarina. (dame ambarita) 

 

Editor : Editor Satu
#Tambang Emas Martabe #Agincourt Resources #operasi katarak gratis 2024