Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Kena Katarak Usai Berkelahi, Guruh Maharaja Sempat Malu Bergaul

Editor Satu • Jumat, 30 Agustus 2024 | 14:03 WIB

Operasi Katarak Gratis PTAR di Siantar (2)

 

Guruh Maharaja Sriwijaya, pemuda 24 tahun penderita katarak, menunggu giliran pada Operasi Katarak Gratis 2024 yang digelar PT Agincourt Resources di RS Mata Siantar, Rabu (28/8/2024).
Guruh Maharaja Sriwijaya, pemuda 24 tahun penderita katarak, menunggu giliran pada Operasi Katarak Gratis 2024 yang digelar PT Agincourt Resources di RS Mata Siantar, Rabu (28/8/2024).

Usai dikeroyok 2 lawan 1 dua tahun lalu, pemuda 24 tahun ini mulai kena katarak di mata kirinya. “Nggak ingat apakah kena pukulan di kepala atau gimana. Yang pasti sejak itu, mulai muncul bintik putih di mata kiri,” katanya. Sejak itu, ia malu bergaul, malu nongkrong bersama teman, bahkan malu bekerja sebagai tenaga marketing.

------------------------------

Namanya tergolong megah: Guruh Maharaja Sriwijaya. Selama 23 tahun, ia dan orangtuanya tinggal di Pematangsiantar, sebelum sekitar setahun lalu pindah ke Dusun 5 Pematang Guntung Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdangbedagai, Sumatera Utara.

“Selama di Siantar, kami tinggal di Parluasan,” ucapnya mengawali, saat ditemui di di sela-sela Operasi Katarak Gratis 2024 yang digelar PT Agincourt Resources di RS Mata Siantar, Rabu (28/8).

Di usia 22 tahun, ia berkelahi melawan dua orang pemuda. Seminggu usai berkelahi, matanya mulai merah dan berair. Dan perih kalau memandang matahari. “Sejak itu, muncul bintik putih kecil di mata kiri. Lama-kelamaan, bintik putihnya makin besar. Ternyata mata saya kena katarak,” jelasnya.

Dia menduga, kondisi bintik putih di matanya semakin parah karena ia sempat mendapat pekerjaan di bagian komputer di sebuah perusahaan marketing property di Tangerang. “Mungkin kena radiasi dari layar komputer,” duganya.

Sejak bintik katarak di matanya semakin besar dan mengganggu penampilan, ia mengaku agak terganggu membaca, khususnya menangkap sesuatu barang yang dilempar. Katanya, ia merasa sudah pas saat menangkap barang yang dilempar, ternyata selalu meleset.

“Tapi hobi main biliar yang paling terganggu. Susah ngeker bola dengan hanya satu mata yang berfungsi,” katanya.

Katarak juga membuatnya malu dalam pergaulan. “Nggak pede ke luar rumah. Ketemu kawan malu. Nongkrong di kafe malu. Ketemu calon klien malu. Dekatin cewek juga nggak pede,” kata Guruh.

Ia sempat jadi tenaga marketing produk rokok. Namun hanya 1 bulan, ia resign karena malu. “Sekarang sudah 3 bulan nganggur. Pokoknya, kalau udah sembuh usai operasi, aku mau langsung kerja lagilah. Kalau udah kerja dan ada uang, udah bisalah cari pacar,” katanya sambil tertawa malu-malu.

Dapat informasi operasi katarak gratis yang digelar PTAR dari tetangga, anak kelima dari 7 orang ini mengaku langsung mendaftar karena operasinya gratis. “Sebelumnya udah sempat niat mau berobat juga. Tapi karena takut disuntik, saya batalkanlah,” katanya.

Jika nanti matanya sembuh usai operasi katarak gratis, Guruh mau langsung bekerja. Tetapi tidak lagi jadi karyawan di tempat orang. “Aku mau wirausaha saja. Dagang pakaian bekas impor. Rencananya mau merintis dulu,” ucapnya.

Ia mengucapkan terima kasih kepada Tambang Emas Martabe karena telah menggelar operasi katarak gratis di Siantar. “Jadi saya yang dari Serdangbedagai juga bisa ikut. Semoga perusahaan itu semakin jaya dan sukses,” katanya. (dame ambarita)

Editor : Editor Satu
#Tambang Emas Martabe #Agincourt Resources #operasi katarak gratis 2024