Operasi Katarak Gratis Katarak PTAR di Siantar (1)
Katarak tak hanya menimpa orang berusia tua saja. Usia muda bisa kena, bahkan kanak-kanak. Termasuk pemuda 19 tahun asal Simalungun ini. Meski masih bisa melakukan berbagai hal, Aril Gunawan mengaku pandangan terganggu gara-gara katarak. Karena itu, mendengar ada operasi katarak gratis di Siantar, ia tak mikir dua kali untuk mendaftar.
------------------------------
“Awal kena katarak itu kelas 2 SMP. Awalnya, saya jatuh dari sepeda motor,” kata Aril Gunawan, pemuda 19 tahun asal Huta III Dolok Desa Boluk Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
Ditemui di sela-sela Operasi Katarak Gratis 2024 yang digelar PT Agincourt Resources –pengelola Tambang Emas Martabe-- di RS Mata Siantar, anak ketiga dari 4 bersaudara tampak menunggu giliran untuk operasi. Di mata kirinya terlihat jelas ada bintik putih. Aril datang di hari kedua operasi gratis yang digelar PTAR sejak 27-31 Agustus 2024.
Adapun PT Agincourt Resources kembali menggelar Operasi Katarak Gratis “Buka Mata Lihat Indahnya Dunia” dengan target 1.300 mata di tahun 2024. Target ini akan menambah jumlah 10.571 mata yang sudah dioperasi sejak tahun 2011 hingga 2023. Tahun ini, Agincourt Resources menyasar 3 lokasi di Sumatra Utara, yaitu Tapanuli Selatan, Pematang Siantar, dan Medan.
Dapat informasi operasi ini dari siapa?
“Dari kakak. Kakak tau dari kawannya,” ungkapnya malu-malu.
Sejak matanya kena katarak, Aril mengaku harus duduk di bangku kelas paling depan, agar bisa membaca tulisan di papan tulis. “Main bola sih masih bisa. Bela diri karate juga masih bisa. Tapi memang pandangan tidak terlalu jelas, khususnya mata kiri,” katanya.
Karena keterbatasan biaya, keluarganya belum sempat membawanya untuk operasi ke rumah sakit. Ia pernah mencoba meneteskan cairan daun katarak ke mata kirinya. “Tapi nggak ada hasil,” cetusnya sambil tersenyum.
Lulus SMA, pemuda yang bercita-cita membuka bengkel sepeda motor sendiri ini mengaku, sangat senang ada operasi katarak gratis, meski tidak tahu siapa yang mensponsori operasi. “Nanti klu sudah operasi dan mata sembuh, saya mau langsung cari kerja. Kerja apapun boleh,” cetusnya.
Tentang cita cita membuka bengkel sendiri, ia masih pikir-pikir. “Kumpul modal dululah,” ungkapnya,
Mengaku tidak khawatir dengan proses operasi katarak dengan teknik menyayat lapisan katarak, ia mengucapkan terimakasih kepada sponsor kegiatan, yang belakangan didengarnya adalah sebuah perusahaan tambang. “Tambang Emas Martabe ya? Terimakasih untuk operasi gratisnya. Saya sangat terbantu,” tutupnya. (dame ambarita)
Editor : Editor Satu