Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Lahir 17 Agustus, Nek Mardawih Sibuk Jahit Bendera Tiap HUT RI

Metro Daily • Selasa, 9 Agustus 2022 | 11:56 WIB
Foto: (Perdana) Mardawiah, nenek penjahit bendera merah putih di Asahan.
Foto: (Perdana) Mardawiah, nenek penjahit bendera merah putih di Asahan.
ASAHAN, METRODAILY - Mardawiah, nenek berusia 68 tahun kelahiran 17 Agustus 1954 tampak bersemangat menjahit bendera meski telah berusia senja.

Dikunjungi wartawan, pada Senin (8/8/2022) di kediamannya di Desa Banjar Kecamatan Air Joman Kabupaten Asahan, disela kesibukannya menerima order jahitan bendera menjelang hari kemerdekaan, Nek Mardawih bercerita soal kesibukannya setiap bulan Agustus.

"Kalau jadi tukang jahit sudah ada 50 tahun. Tiap bulan Agustus itu untuk jahit-jahit baju disetop dulu. Fokusnya jahit bendera karena banyak juga yang pesan," kata Mardawiah.

Meski berusia renta, Mardiah masih kuat menjahit. Nasionalismenya terpacu tiap kali menjahit satu per satu bendera di rumahnya. Puluhan lembar bendera diproduksinya setiap hari dan dijahit di depan teras rumahnya.

Menggunakan mesin jahit kayu, jari-jari tangan Nek Mardawiah masih telaten menjahit bendera merah putih. Termasuk kakinya yang mengayuh mesin jahit agar tetap bergerak.

Bendera jahitan Nek Mardawiah dijual bervariasi mulai dari Rp 3 Ribu yang dipasang untuk sepeda motor hingga seharga Rp 40 ribu. Tergantung berdasarkan ukuran dan bahan kain.

"Selain bendera umbul-umbul juga ada. Orang biasa datang beli bendera di sini tiap Agustus ada juga yang beli untuk dijual lagi," kata dia.

Agustus, kata Mardawiah jadi bulan yang istimewa baginya. Selain hari kemerdekaan ia sekaligus berulang tahun. Setiap tanggal 17 Agustus, kata dia orang dari kantor camat kerap memberinya rangkaian bunga merah putih karena terlahir tepat di hari kemerdekaan. (Perdana) Editor : Metro Daily
#jahit bendera