Dari kolam renang dan pantai sampai sajian band serta bioskop luar ruang, semua tersedia sebagai pengusir bosan para pebulu tangkis. Semua dibarengi prokes ketat, bahkan atlet sampai enam kali menjalani tes PCR.
RAHMAT RIFADIN, Badung
PUSARLA Venkata Sindhu tertawa lepas. Pebulu tangkis putri andalan India itu tengah memainkan polo air di kolam renang bersama para kompatriotnya.
Di sudut kolam lainnya, Viktor Axelsen, pebulu tangkis tunggal putra peringkat kedua dunia dari Denmark, mengajak sang anak, Vega, bermain-main dengan air. Dan, di bagian timur The Westin Resort sana, tim bulu tangkis ganda campuran Indonesia berlatih fisik di bibir Pantai Nusa Dua. Melati Daeva Oktavianti dan Gloria Emanuelle Widjaja lari sprint beberapa kali mengikuti instruksi pelatih fisik mereka, Ricky Susiono.
Selama tiga minggu ke depan, The Westin Resort, Nusa Dua, Bali, masih akan menjadi satu-satunya tempat beraktivitas bagi atlet-atlet peserta rangkaian Indonesia Badminton Festival (IBF) 2021 tersebut. Dari bertanding, latihan, tidur, hingga makan.
IBF terdiri atas tiga turnamen yang berlangsung selama tiga pekan. Mulai 11 November (terhitung sejak para atlet masuk bubble) sampai 5 Desember (hari akhir turnamen terakhir) mendatang. Diawali Indonesia Masters (16–21 November), disusul Indonesia Terbuka (23–28 November), lalu BWF World Tour Finals (1–5 Desember).
Total ada 256 atlet dari 22 negara yang berpartisipasi. Karena itu, panitia IBF 2021 berusaha menyiapkan semua sebaik-baiknya. Termasuk fasilitas-fasilitas pendukung untuk menghilangkan jenuh para atlet selama berada dalam gelembung (bubble).
Mulai kolam renang, gym, private beach, polo air, tenis meja, tenis lapangan, sampai biliar. Ada pula outdoor cinema (bioskop luar ruang), yoga, live band, seafood barbecue, hingga pop-up market dan pop-up Indonesian food.
”Meskipun di dalam gelembung, aku nyaman. Panitia menyiapkan semuanya dengan baik dan aku menyukai keindahan alam Bali,” ucap Axelsen.
Keindahan Bali yang mendunia memang membuat para atlet dengan senang hati ”dikerangkeng” selama hampir sebulan dengan berbagai protokol kesehatan ketat. Jadi, seperti ikut turnamen rasa liburan.
”Bali sangat cantik, sangat menyenangkan. Kami datang dari negara yang sangat dingin, tetapi di sini seperti musim panas. Jadi, sempurna,” ungkap Gabriela Stoeva, pebulu tangkis ganda putri asal Bulgaria.
Suasana gelembung memang dibuat senyaman-nyamannya. Tapi, protokol kesehatan dan keamanan tetap dijaga ketat. Apalagi, ajang itu berstatus event olahraga level internasional pertama yang berlangsung di Indonesia sejak pandemi menghantam awal tahun lalu.
Medical Director IBF 2021 dr Grace Joselini Corlesa SpKO memastikan, setiap individu yang berada di dalam gelembung wajib melakukan tes PCR enam kali. Dimulai sejak mereka mendarat di Jakarta sampai sehari sebelum dimulainya BWF World Tour Finals.
Khusus untuk atlet, mereka juga masih diwajibkan menjalani tes tambahan, yakni antigen setiap sebelum bertanding. ”Untuk tim medis, total ada sembilan yang stand by di dalam gelembung,” ucapnya.
Termasuk atlet, ofisial, dan media peliput, total ada 667 orang yang berada dalam gelembung Nusa Dua. Untuk itu, Satgas Covid-19 juga turut memantau.
Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Covid-19 Nasional Sonny Harry B. Harmadi menyebutkan, ada lima perwakilan pihaknya yang juga berada di dalam lokasi gelembung.
Tiga minggu sebelum acara berlangsung, kata Sonny, pihaknya bersama panitia telah menyusun standard operating procedure (SOP) terkait dengan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19 di IBF 2021. SOP itu nanti bisa digunakan saat Indonesia kembali menggelar event-event olahraga berkelas internasional selanjutnya.
Untuk tamu undangan di luar gelembung saat hari H, Sonny menyebut tetap ada. Namun, jumlahnya sangat terbatas dengan 47 orang.
H-1 sebelum masuk gelembung, mereka wajib menjalani tes PCR. Ditambah tes antigen saat tiba di lokasi. ”Itu pun nanti mereka hanya boleh berada di zona khusus yang dipersiapkan dalam beberapa seremoni,” ucap Sonny.
Kepala Bidang Protokol Kesehatan, Keamanan, dan Perizinan IBF 2021 Sudarto Adinagoro mengatakan, pengamanan di lokasi gelembung IBF dirancang dengan tiga lapis. Polda Bali dan Kodam IX/Udayana mengerahkan 900 personel untuk mensterilkan ring dua dan tiga yang berlokasi di lapis pertama luar area gelembung.
Untuk ring satu, panitia mengerahkan 30 personel keamanan yang bertanggung jawab di dalam area gelembung. Personel keamanan di ring satu itu juga bertugas mengingatkan setiap orang untuk terus menjaga jarak dan menggunakan masker.
”Jika ada yang melanggar, jelas ada sanksi. Mulai yang ringan sampai berat, yakni dikeluarkan dari gelembung,” ujar Darto.
Dia menambahkan, kalaupun setelah pertandingan pemain yang kalah ingin pulang, panitia akan mempersilakan. Namun, mereka tidak diperkenankan lagi masuk wilayah gelembung.
”Kalau masalah fasilitas, kayaknya Indonesia yang terbaik. Apalagi ini di Bali. Semoga teman-teman pemain dari luar negeri nyaman selama di sini,” kata Jonatan Christie, tunggal putra Indonesia. (jp) Editor : Metro Daily