Ekspor Sumut Tembus Rp258,9 Miliar: Ada Sarang Walet hingga Kopi

Editor Satu • Dipublikasikan Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:30 WIB
Pj Sekdaprov Sumut Timur Tumanggor bersama Kepala Barantin Abdul Kadir Karding melepas ekspor komoditas unggulan Sumut senilai Rp258,9 miliar di Kompleks MMTC, Deliserdang, Kamis (29/10/2026).
Pj Sekdaprov Sumut Timur Tumanggor bersama Kepala Barantin Abdul Kadir Karding melepas ekspor komoditas unggulan Sumut senilai Rp258,9 miliar di Kompleks MMTC, Deliserdang, Kamis (29/10/2026).

DELISERDANG, METRODAILY – Sumatera Utara melepas ekspor berbagai komoditas unggulan senilai Rp258,9 miliar ke pasar internasional. Produk yang dikirim meliputi sarang burung walet, kepiting bakau, kopi, pinang, pala, bunga, dan komoditas pertanian lainnya.

Pelepasan ekspor dilakukan Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Timur Tumanggor bersama Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) Abdul Kadir Karding di Kompleks MMTC, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, Kamis (29/10/2026).

Mewakili Gubernur Sumut Bobby Nasution, Timur mengatakan penguatan ekspor menjadi salah satu upaya pemerintah daerah meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: 40 Ton Terasi Asahan Dikirim ke Thailand, Nilainya Rp230 Juta

“Hari ini sangat besar nilai ekspornya, baik itu dari sarang walet, perikanan, kopi, pinang dan lainnya. Bukan hanya sekadar nilainya atau jumlahnya yang besar, melainkan juga bahwa Sumatera Utara mampu bersaing di pasar internasional,” kata Timur.

Menurut dia, peningkatan ekspor harus diikuti pertumbuhan produksi, pemenuhan standar mutu, serta kepastian hukum dan harga. Faktor-faktor tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan pembeli dari luar negeri terhadap produk asal Sumut.

Timur juga menyebut posisi Sumut strategis dalam perekonomian Pulau Sumatera. Karena itu, penguatan perdagangan internasional diharapkan dapat memperluas pasar komoditas daerah dan meningkatkan daya saing pelaku usaha.

Baca Juga: Bibit Siklon 91B Picu Ancaman Hujan Lebat di Sumut, Warga Diminta Waspada Banjir

Kepala Barantin Abdul Kadir Karding mengapresiasi nilai ekspor tersebut. Ia menilai perdagangan komoditas pertanian dan perikanan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, menambah pendapatan masyarakat, serta meningkatkan penerimaan daerah.

“Tentu Badan Karantina Indonesia sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini, karena membantu bagi pertumbuhan ekonomi, sekaligus juga pendapatan masyarakat serta pendapatan daerah,” ujar Karding, didampingi Kepala Balai Karantina Sumut Andi Yusmanto.

Karantina Diminta Tak Jadi Hambatan Ekspor

Karding mengatakan Barantin berupaya mempercepat pemeriksaan komoditas dengan pelayanan yang mudah dan biaya terjangkau. Menurut dia, proses karantina perlu berjalan efektif agar tidak menjadi hambatan dalam kegiatan ekspor-impor.

Baca Juga: Sungai Hianga Meluap, 100 Rumah Terendam; Ratusan Keluarga Mengungsi di Langkat

Ia menjelaskan, Barantin juga membantu perusahaan yang produknya ditolak di negara tujuan untuk memenuhi standar yang berlaku di negara tersebut. Namun, pelaku usaha tetap harus melakukan perbaikan agar penolakan berulang tidak merusak reputasi produk Indonesia di pasar internasional.

“Tugas kita adalah melindungi, menjaga, memastikan dengan teliti, cepat, mudah, tidak berbelit dan yang pasti biayanya harus murah,” kata Karding.

Barantin, lanjut dia, turut memperluas layanan klinik karantina untuk mendampingi pengusaha pemula dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ingin memasuki pasar ekspor.

Baca Juga: Syafrizal Ingatkan Anak Muda Batu Bara Bahaya Narkoba dan Judi Online

Melalui layanan tersebut, pelaku usaha dapat memperoleh bimbingan dan pelatihan mengenai standar keamanan, kesehatan, dan mutu produk yang disyaratkan negara tujuan.

Klinik karantina juga membantu pengurusan dokumen serta memberikan informasi mengenai persyaratan produk dan calon pembeli di pasar internasional.

Karding berharap pendampingan tersebut dapat memperluas jumlah pelaku usaha yang mampu mengekspor produk, membuka peluang kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: MTsN 2 Labura Peringati Sumpah Pemuda, Siswa Diajak Jaga Persatuan

Ekspor Produk Tumbuhan Capai 9,5 Juta Kilogram

Dalam pelepasan ekspor kali ini, sarang burung walet dikirim dengan nilai Rp11,22 miliar dan volume 625,94 kilogram. Sementara itu, kepiting bakau senilai Rp745 juta dikirim ke China sebanyak 18.400 ekor dengan berat total 4.600 kilogram.

Komoditas tumbuhan, antara lain kopi, pinang, buah pala, bunga, dan produk lainnya, mencatat nilai ekspor sekitar Rp247 miliar dengan volume mencapai 9.552.899,36 kilogram. Produk-produk tersebut dikirim ke 16 negara.

Pengiriman berbagai komoditas ini menjadi bagian dari upaya memperluas pasar ekspor Sumut. Pemerintah daerah dan Barantin berharap peningkatan kualitas, kepastian standar, serta kemudahan layanan dapat menjaga keberlanjutan perdagangan produk unggulan daerah di pasar internasional. (rel/dis)

Editor : Editor Satu
Ekspor Sumut