SIANTAR, METRODAILY- Peserta PT TASPEN (Persero), ASN aktif, serta Pensiunan ASN, diimbau untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penipuan dan penyebaran berita hoaks yang mengatasnamakan TASPEN.
Seiring perkembangan teknologi dan media digital, modus penipuan kini semakin beragam dan dilakukan melalui berbagai saluran komunikasi seperti telepon, SMS, WhatsApp, media sosial, email, hingga tautan atau aplikasi palsu.
Oknum tidak bertanggung jawab kerap memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat dengan menawarkan pencairan dana, percepatan proses klaim, pembaruan data peserta, kenaikan manfaat pensiun, bantuan sosial, hadiah undian, hingga permintaan transfer sejumlah uang dengan mencatut nama TASPEN maupun instansi pemerintah lainnya.
Untuk itu, peserta diminta agar tidak mudah percaya terhadap segala bentuk informasi yang diterima tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu kepada sumber resmi.
Baca Juga: TASPEN Dorong Persiapan Pensiun Sejak Muda, Bulan Dana Pensiun 2026 Resmi Dimulai
Branch Manager TASPEN Pematangsiantar juga menyampaikan “Peserta juga diharapkan untuk selalu menjaga kerahasiaan data pribadi dan data keuangan, seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor peserta, nomor rekening, PIN, password, maupun kode OTP.
PT TASPEN (Persero) tidak pernah meminta data rahasia tersebut melalui telepon, pesan pribadi, media sosial, ataupun tautan yang tidak resmi.
Selain itu, masyarakat diminta untuk tidak sembarangan mengklik link atau mengunduh aplikasi dari pihak yang tidak dikenal karena dapat membahayakan keamanan data pribadi dan membuka peluang terjadinya penyalahgunaan informasi.
Baca Juga: Peserta Taspen Diimbau Rutin Autentikasi di Awal Bulan
Seluruh layanan dan informasi resmi TASPEN hanya disampaikan melalui kanal resmi PT TASPEN (Persero) media sosial resmi TASPEN, serta kantor cabang resmi TASPEN di seluruh Indonesia.
Di sisi lain, penyebaran berita hoaks juga menjadi hal yang perlu diwaspadai bersama. Informasi yang tidak benar atau belum terverifikasi dapat menimbulkan keresahan, kepanikan, bahkan kerugian bagi masyarakat, khususnya ASN dan pensiunan ASN.
Oleh sebab itu, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dengan tidak langsung mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.
Biasakan untuk memeriksa sumber berita, memperhatikan keaslian akun atau situs penyebar informasi, serta melakukan
konfirmasi melalui kanal resmi apabila menerima informasi yang meragukan terkait layanan TASPEN.
Baca Juga: Sekda Labuhanbatu Terima Simbolis Klaim THT dan Pensiun Pertama dari TASPEN
Apabila menemukan indikasi penipuan, akun palsu, permintaan data mencurigakan, maupun berita hoaks yang mengatasnamakan TASPEN, segera lakukan pelaporan kepada pihak berwenang atau melalui layanan resmi TASPEN agar dapat segera ditindaklanjuti dan tidak menimbulkan korban lainnya.
Kewaspadaan dan kehati-hatian seluruh peserta merupakan langkah penting dalam menjaga keamanan data pribadi serta menciptakan lingkungan digital yang aman, sehat, dan terpercaya.(rel/esa)
Editor : Edi Saragih