Pemprov Sumut Kembangkan 9.624 Hektare Bawang Putih, Samosir Jadi Kawasan Terluas

Editor Satu • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 14:16 WIB
Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya mengikuti Rapat Koordinasi Pelaksanaan Kegiatan Bawang Putih Tahun 2026 dan Persiapan Tahun 2027 bersama Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Rabu (7/10/2026). (Foto: Alexander AP Siahaan/Diskominfo Provsu)
Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya mengikuti Rapat Koordinasi Pelaksanaan Kegiatan Bawang Putih Tahun 2026 dan Persiapan Tahun 2027 bersama Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Rabu (7/10/2026). (Foto: Alexander AP Siahaan/Diskominfo Provsu)

MEDAN, METRODAILY – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menyiapkan pengembangan bawang putih seluas 9.624 hektare di sembilan kabupaten. Kabupaten Samosir menjadi kawasan dengan potensi terluas, mencapai 5.001 hektare.

Pengembangan komoditas ini diarahkan untuk meningkatkan produksi, memperkuat kapasitas petani, sekaligus membangun kepastian pasar guna mendukung kemandirian pangan.

Wakil Gubernur Sumut Surya mengatakan, potensi tersebut menjadi modal penting bagi Sumut untuk mengambil peran dalam pengembangan bawang putih nasional.

Baca Juga: Gubsu Bobby Nasution Sambut Kapolda Baru Sumut: Selamat Datang!

Hal itu disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Kegiatan Bawang Putih Tahun 2026 dan Persiapan Tahun 2027 bersama Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI di Ruang Rapat I Lantai 2 Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30, Medan, Rabu (7/10/2026).

Surya menyebutkan, potensi pengembangan bawang putih seluas 9.624 hektare tersebar di sembilan kabupaten. Rinciannya, Samosir 5.001 hektare, Karo 2.995 hektare, Humbanghasundutan 411 hektare, Simalungun 384 hektare, Dairi 288 hektare, Toba 234 hektare, Tapanuli Utara 198 hektare, Deliserdang 73 hektare, dan Mandailing Natal 40 hektare.

Menurut Surya, kondisi agroklimat Sumut sangat mendukung pengembangan bawang putih. Namun, potensi lahan tersebut harus diikuti dengan dukungan dari hulu hingga hilir agar produksi dapat memberikan keuntungan bagi petani.

Baca Juga: PGN Siap Salurkan Biomethane dari Limbah Sawit ke Industri

"Ketersediaan benih bermutu harus benar-benar terjamin. Selain itu, produksi harus memiliki kepastian pasar dan offtaker, sementara kapasitas penangkar dan kelompok tani juga perlu diperkuat," katanya.

Pemprov Sumut, lanjut Surya, menargetkan produktivitas bawang putih mencapai 20 ton per hektare panen basah.

"Maka dari itu produktivitas harus kita dorong untuk mencapai target 20 ton per hektare panen basah," ucapnya.

Ia mengatakan Pemprov Sumut akan terus mengawal pengembangan bawang putih secara berkelanjutan. Peningkatan produksi, menurutnya, tidak cukup jika tidak dibarengi kepastian pasar dan harga yang menguntungkan petani.

Baca Juga: Setahun Pascabanjir, 520 Siswa SMKN 1 Badiri Masih Belajar di Tenda

"Untuk itu saya berharap koordinasi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Kabupaten, dan Kementerian Pertanian semakin kuat. Sehingga pengembangan bawang putih di Sumut dapat berjalan secara terarah, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi petani," ujarnya.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Muhammad Taufiq Ratule mengatakan Sumut masuk dalam alokasi kawasan strategis pengembangan hortikultura nasional untuk mencapai swasembada bawang putih.

Menurut dia, Sumut memiliki agroklimat dan potensi yang sangat baik untuk pengembangan komoditas tersebut.

"Pengembangan bawang putih untuk memperkuat ketersediaan dan produksi lokal. Sumut menjadi sentra pengembangan bawang putih guna mendukung swasembada pangan nasional," pungkasnya. (H21/DIS)

Editor : Editor Satu
bawang putih pemprov sumut