PGN Siap Salurkan Biomethane dari Limbah Sawit ke Industri

Editor Satu • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 13:10 WIB
PGN menghadiri groundbreaking fasilitas biomethane yang dikembangkan Toyota Tsusho Indonesia dan KIS Biofuels Indonesia di Sumatera Selatan.
PGN menghadiri groundbreaking fasilitas biomethane yang dikembangkan Toyota Tsusho Indonesia dan KIS Biofuels Indonesia di Sumatera Selatan.

JAKARTA, METRODAILY – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) siap mengintegrasikan biomethane hasil pengolahan limbah pabrik kelapa sawit ke infrastruktur gas yang telah tersedia.

Fasilitas biomethane di Sumatera Selatan itu ditargetkan memproduksi sekitar 150.000 MMBTU per tahun.

Pengembangan fasilitas tersebut dilakukan Toyota Tsusho Indonesia (TTI) bersama PT KIS Biofuels Indonesia (KIS). PGN turut berkolaborasi sebagai bagian dari upaya menyiapkan pasokan energi domestik sekaligus mendorong pemanfaatan energi rendah karbon.

Baca Juga: Gita Sinaga Mundur dari Sinetron, Akui Alami Kelelahan Batin

PGN hadir dalam groundbreaking biomethane plant yang dikembangkan TTI dan KIS pada Senin (5/10/2026). Fasilitas tersebut memanfaatkan limbah organik industri kelapa sawit, khususnya limbah cair pabrik kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME), sebagai bahan baku biomethane.

Proyek ini disebut sebagai inisiatif pertama di Indonesia untuk memproduksi biomethane di wilayah Sumatera, yang menjadi salah satu sentra industri kelapa sawit.

Pengembangan fasilitas tersebut juga menjadi tindak lanjut Memorandum of Understanding (MoU) antara PGN dan TTI mengenai pengembangan biomethane di Indonesia yang ditandatangani pada 2022.

Baca Juga: Italia Tekuk Turki 3-1, Gli Azzurri Buntuti Prancis

Dalam kerja sama ini, PGN berperan sebagai offtaker atau pembeli utama biomethane. PGN juga bertindak sebagai transporter, dengan menyalurkan biomethane yang diproduksi PT KIS Toyota Tsusho Biomethane Indonesia (KTBI), perusahaan patungan KIS dan TTI, melalui jaringan pipa PGN.

Biomethane tersebut nantinya akan disalurkan kepada Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dan industri lainnya.

Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman mengatakan perusahaan siap memanfaatkan infrastruktur dan kapabilitas niaga yang dimiliki untuk mendukung pemanfaatan biomethane di sektor industri.

“Kami mengapresiasi TTI dan KIS yang telah memulai pembangunan fasilitas biomethane ini. Bagi PGN, ini adalah langkah penting untuk menghadirkan gas terbarukan dari sumber domestik ke dalam rantai pasok energi nasional,” ujar Fajriyah.

Baca Juga: Nelayan Hilang di Danau Toba, Dayung dan Sandal Ditemukan

Menurut dia, penggunaan biomethane dapat dilakukan dengan memanfaatkan infrastruktur yang sebelumnya digunakan untuk gas bumi. Dengan demikian, pelanggan dapat beralih ke biomethane dengan kebutuhan modifikasi infrastruktur yang relatif minimal.

Tangkap Metana dari Limbah Sawit

Pemanfaatan POME sebagai bahan baku biomethane juga dinilai memberikan manfaat terhadap pengurangan emisi. Metana yang sebelumnya berpotensi terlepas ke atmosfer ditangkap dan diolah menjadi energi.

Langkah tersebut dapat mendukung upaya penurunan emisi gas rumah kaca, termasuk pencapaian target Nationally Determined Contribution (NDC) dan Net Zero Emission 2060.

Baca Juga: Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Justin: “Raja Asia Tenggara”

Di sisi lain, proyek ini mendorong hilirisasi industri kelapa sawit dengan mengubah limbah menjadi sumber energi bernilai ekonomi.

Fajriyah menilai biomethane memiliki posisi strategis dalam mendukung ketahanan energi sekaligus dekarbonisasi sektor industri.

“Ketika biomethane ini mulai berproduksi, industri seperti TMMIN akan memiliki akses terhadap energi rendah karbon yang mendukung daya saing di tengah tuntutan rantai pasok hijau global,” katanya.

PGN berharap model kerja sama tersebut dapat dikembangkan di daerah lain yang menjadi sentra produksi kelapa sawit.

“Kami berharap model kolaborasi ini dapat direplikasi di daerah penghasil sawit lainnya,” ujar Fajriyah.

Baca Juga: Lima Sapi Mati di Perkebunan Dolok Ilir, Polisi Selidiki Dugaan Keracunan

PGN menyatakan akan terus memperkuat kerja sama dengan berbagai mitra untuk mengembangkan bisnis rendah karbon, termasuk biomethane, sebagai bagian dari dukungan terhadap ketahanan energi nasional dan transisi energi. (rel)

Editor : Editor Satu
pgn biomethane limbah sawit