40 Ribu Bibit Kopi Arabika Ditanam di Pangaribuan

Editor Satu • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 13:30 WIB

         

Wakil Bupati Tapanuli Utara Deni Parlindungan Lumbantoruan menyaksikan penanaman perdana 40.000 bibit kopi Arabika di Kecamatan Pangaribuan.
Wakil Bupati Tapanuli Utara Deni Parlindungan Lumbantoruan menyaksikan penanaman perdana 40.000 bibit kopi Arabika di Kecamatan Pangaribuan.

Pemkab Taput Dorong Pertanian Berkelanjutan

TAPUT, METRODAILY – Sebanyak 40.000 bibit kopi Arabika mulai ditanam di Desa Rahut Bosi Onan, Kecamatan Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara, Senin (28/9/2026).

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Pemkab Taput) mendukung pengembangan kopi sebagai salah satu komoditas untuk memperkuat ekonomi masyarakat.

Penanaman perdana tersebut mendapat apresiasi Wakil Bupati Taput Deni Parlindungan Lumbantoruan. Program itu merupakan hasil kolaborasi Pemkab Taput, Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sibolga, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan, Pesantren Darul Mursyid, konsultan, serta asosiasi pengembang kopi.

Baca Juga: RUPSLB Indosat Perpanjang Jabatan CEO Vikram Sinha, Strategi AI Diperluas

Deni mengatakan kopi memiliki peran penting dalam menopang perekonomian masyarakat sekaligus memperkuat sektor pertanian Taput.

Menurutnya, pengembangan perkebunan kopi tidak cukup hanya dengan penanaman bibit. Pengelolaan harus dilakukan berkelanjutan dengan melibatkan pemerintah, kelompok tani, penyuluh, lembaga pendidikan dan mitra pengembangan usaha.

“Kopi adalah komoditas universal yang melampaui berbagai latar belakang dan menjadi motor penggerak ekonomi rakyat. Pemkab Tapanuli Utara secara konsisten mengusung tema pertanian berkelanjutan,” ujar Deni.

Baca Juga: Batu Besar Hambat Sungai Siboro, Banjir Rendam Haranggaol

Ia juga mengingatkan petani menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam budidaya. Kualitas bibit, kata dia, harus diikuti pemeliharaan dan pengelolaan kebun sesuai petunjuk teknis agar tanaman dapat menghasilkan secara optimal.

“Bibit yang kita tanam hari ini adalah investasi masa depan. Jika dikelola dengan benar sesuai petunjuk teknis, satu atau dua hektar kebun kopi mampu menjadi sumber pendapatan yang sangat menjanjikan bagi keluarga petani,” katanya.

Deni meminta kelompok tani dan tenaga penyuluh melakukan pemantauan secara berkala terhadap pertumbuhan bibit yang telah ditanam.

Baca Juga: Pulang Arisan, Lansia di Simalungun Temukan Putranya Tewas Tergantung

“Saya minta para kelompok tani dan penyuluh untuk terus memantau perkembangannya secara berkala,” tegasnya.

Program penanaman kopi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penanaman perdana, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan dan pengelolaan kebun secara konsisten agar memberikan dampak ekonomi bagi petani di Pangaribuan. (net)

Editor : Editor Satu
Pangaribuan kopi arabika