Akbid Matorkis Bina Ibu PKK Aek Bayur, Salak Diolah Jadi Permen Jelly

Editor Satu • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 13:20 WIB
Ketua PKK Aek Bayur Rosima Marito dan pimpinan Akbid Matorkis menunjukkan proses pengolahan salak menjadi permen jelly di Desa Aek Bayur, Padangsidimpuan.
Ketua PKK Aek Bayur Rosima Marito dan pimpinan Akbid Matorkis menunjukkan proses pengolahan salak menjadi permen jelly di Desa Aek Bayur, Padangsidimpuan.

SIDIMPUAN, METRODAILY — Buah salak yang melimpah di Desa Aek Bayur, Kecamatan Batunadua, Kota Padangsidimpuan, kini mulai diolah menjadi produk dengan nilai jual lebih tinggi.

Akademi Kebidanan (Akbid) Matorkis Padangsidimpuan membina ibu-ibu PKK setempat mengolah salak menjadi permen jelly chewy bertekstur kenyal yang diperkaya vitamin C.

Pelatihan tersebut digelar melalui program Pengabdian kepada Masyarakat pada 7–8 Agustus 2026. Kegiatan itu didanai Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Baca Juga: Konser Kotak di Kota Tua Dihentikan Gara-gara Tantri Muntah Terhirup Gas

Kepala Desa Aek Bayur Halomoan Siregar, Ketua PKK Rosima Marito, jajaran dosen, kepala lingkungan setempat, serta mahasiswa Akbid Matorkis Padangsidimpuan turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Ketua pelaksana, Bd. Darma Afni Hasibuan, SST., MKM, mengatakan pengolahan salak menjadi permen jelly bukan sekadar pelatihan membuat makanan. Program itu diarahkan untuk membangun kemandirian ekonomi warga dengan memanfaatkan potensi lokal.

“Kami ingin buah salak yang melimpah di desa ini tidak hanya dinikmati sesaat saat musim panen, tetapi memiliki masa simpan lebih lama dan nilai jual yang meningkat. Permen jelly salak ini kami formulasikan agar tetap lezat, bertekstur kenyal, sekaligus kaya kandungan vitamin C,” ujar Darma.

Baca Juga: Atletico Madrid Bantai Osasuna 4-0, Jonathan dan Lee Kang-in Cetak Gol

Menurut dia, para ibu PKK tidak hanya diajarkan proses produksi. Mereka juga mendapat pembekalan mengenai standar kebersihan pengolahan, desain kemasan, strategi pemasaran, hingga pengelolaan usaha sederhana.

Pembekalan tersebut diberikan agar produk yang dihasilkan tidak berhenti sebagai hasil pelatihan, tetapi dapat dikembangkan menjadi usaha dari hulu hingga hilir.

“Kami berharap ibu-ibu tidak hanya pandai membuat, tetapi juga mampu menjual produknya dengan harga yang layak. Ini akan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan keluarga,” katanya.

Baca Juga: Mutu Air Bersih Dikeluhkan, Pemkab Toba Panggil PDAM Tirtanadi

Tim pengabdian terdiri atas Bdn. Meilani Harahap, SST., M.Kes dan Abdelina Nasution, SE., MM. Mahasiswa Akbid Matorkis juga terlibat aktif dalam pelaksanaan program.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan dunia pendidikan dengan kebutuhan masyarakat melalui pengembangan produk berbasis potensi lokal. (SAN)

Editor : Editor Satu
Akbid Matorkis Olah salak Permen jelly