Pulihkan Ekonomi Korban Bencana, Pemkab Tapteng Latih 160 Pelaku UMKM

Editor Satu • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 13:10 WIB
Dinas Koperasi dan UMKM Tapteng membuka pelatihan keterampilan usaha bagi warga terdampak bencana di Kecamatan Tukka, Pandan, dan Badiri.
Dinas Koperasi dan UMKM Tapteng membuka pelatihan keterampilan usaha bagi warga terdampak bencana di Kecamatan Tukka, Pandan, dan Badiri.

TAPTENG, METRODAILY — Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) tidak hanya mengandalkan bantuan darurat untuk menangani dampak bencana.

Pemkab melalui Dinas Koperasi dan UMKM mulai mendorong pemulihan ekonomi dengan memberikan pelatihan keterampilan usaha kepada warga terdampak bencana di Kecamatan Tukka, Pandan, dan Badiri.

Pelatihan tersebut dibuka Wakil Bupati Tapteng Mahmud Efendi Lubis di Hasian Hotel Pandan, Selasa (8/9/2026), dan dijadwalkan berlangsung hingga Jumat (11/9/2026).

Kegiatan mengusung tema “Melalui keterampilan usaha untuk korban bencana alam di Kecamatan Tukka-Pandan-Badiri, kita tingkatkan ekonomi pasca bencana alam”.

Baca Juga: Tiorna Haloho Tewas di Kebun Sawit, Polisi Temukan Botol Racun

Pelatihan di Kecamatan Pandan dan Tukka berlangsung pada 8-9 September 2026. Sementara pelatihan di Kecamatan Badiri dijadwalkan pada 10-11 September 2026.

Mahmud mengatakan, pemerintah daerah harus hadir tidak hanya pada saat tanggap darurat, tetapi juga ketika masyarakat memasuki fase pemulihan pascabencana.

“Penanganan pascabencana tidak hanya dilakukan melalui bantuan darurat, tetapi juga harus diarahkan pada pemulihan ekonomi dan peningkatan kemandirian masyarakat melalui pelatihan,” kata Mahmud.

Baca Juga: Lansia 67 Tahun Ditikam Pemuda di Tomuan, Pelaku Diamankan Warga

Menurutnya, pelatihan keterampilan usaha merupakan salah satu langkah agar masyarakat terdampak bencana dapat kembali bangkit, menguasai keterampilan baru, sekaligus menciptakan peluang usaha sebagai sumber pendapatan keluarga.

Mahmud juga mendorong peserta tidak ragu memulai usaha dari skala kecil sesuai kemampuan dan potensi masing-masing.

Baca Juga: Badan Bela Negara FKPPI PD II Sumut Gelar Turnamen Mini Soccer U-15

“Saya mendorong agar para peserta tidak takut untuk memulai usaha. Tidak perlu menunggu usaha yang besar, mulailah dari yang kecil sesuai kemampuan dan potensi masing-masing. Yang paling penting adalah kemauan untuk belajar, keberanian memulai, ketekunan, serta kemampuan untuk terus berinovasi,” pesannya.

Ia menambahkan, Pemkab Tapteng berkomitmen membangun ekosistem yang mendukung perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dengan dukungan tersebut, masyarakat terdampak bencana diharapkan tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi dapat bertransformasi menjadi pelaku usaha yang produktif dan mandiri.

Baca Juga: Izin TKA Dipangkas, Pemerintah Targetkan Selesai Lima Hari

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Tapteng Erman Syahrin Lubis dalam laporannya menyebutkan, pelatihan diikuti 160 pelaku UMKM.

Rinciannya, 40 peserta dari Kecamatan Pandan, 40 peserta dari Kecamatan Tukka, dan 80 peserta dari Kecamatan Badiri.

Pelatihan tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya pemulihan ekonomi masyarakat setelah bencana sekaligus membuka peluang pendapatan baru bagi keluarga terdampak. (net)

Editor : Editor Satu
Pelatihan UMKM pemkab tapteng korban bencana