TANJUNGBALAI, METRODAILY — Warga Kelurahan Sijambi, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai, menyerbu Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Kota Tanjungbalai, Kamis (27/8/2026).
Program ini menjadi salah satu instrumen pemerintah daerah untuk menahan gejolak harga pangan sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
GPM digelar Dinas Perikanan, Pangan dan Pertanian Kota Tanjungbalai di depan Kantor Lurah Sijambi, Jalan Jenderal Sudirman Km 5. Sejumlah bahan pokok dijual di bawah harga pasar dan langsung diburu warga.
Baca Juga: Angin Kencang Hantam Toba, 9 Rumah Rusak dan Pohon Bertumbangan
Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina meninjau kegiatan tersebut didampingi Kepala Dinas Perikanan, Pangan dan Pertanian drh Muslim, Kabag Perekonomian Rini Diana, serta Lurah Sijambi Muhammad Ichsan Prawira.
Fadly tak hanya memantau distribusi pangan. Ia juga menyapa warga yang mengantre membeli kebutuhan pokok.
Menurut Fadly, GPM merupakan langkah konkret Pemko Tanjungbalai bersama Perum Bulog Divre Asahan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus mengendalikan inflasi daerah.
“Kami ingin memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.”
Baca Juga: Libur Maulid Nabi, Penyeberangan Tomok-Ajibata Diserbu Wisatawan Bawa Sepeda Motor
Namun, pemerintah tidak melepas pembelian tanpa batas. Komoditas tertentu, seperti beras, minyak goreng dan telur, dibatasi agar distribusi merata dan tidak terkonsentrasi pada sebagian pembeli.
“Kami juga ingin menjaga agar harga di tingkat pedagang tetap stabil sehingga tidak merugikan pelaku usaha. Karena itu, pembelian beberapa komoditas seperti beras, minyak goreng dan telur dibatasi agar distribusinya merata dan bisa dinikmati oleh lebih banyak masyarakat,” kata Fadly.
Ia mengatakan pengendalian inflasi menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah. Pelaksanaan GPM akan dievaluasi berdasarkan perkembangan harga pangan dan kondisi ekonomi di lapangan.
Baca Juga: Stunting Sumut Masih 22 Persen, Pemprov Perkuat Dua Jurus Intervensi
“Lokasi pelaksanaan dipusatkan di titik-titik strategis. Ke depan, frekuensi kegiatan akan disesuaikan dengan hasil evaluasi di lapangan terhadap kondisi harga dan inflasi di Kota Tanjungbalai,” ujarnya.
Bukan Sekadar Operasi Pasar
Kepala Dinas Perikanan, Pangan dan Pertanian Kota Tanjungbalai drh Muslim mengatakan GPM tidak sekadar operasi pasar biasa. Program tersebut dirancang untuk memperkuat akses masyarakat terhadap pangan sekaligus menjaga keseimbangan pasokan dan harga.
“Program ini bertujuan menjaga stabilitas pasokan pangan, mengendalikan inflasi, sekaligus memberikan akses kepada masyarakat untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan harga pasar,” kata Muslim.
Baca Juga: Pengedar Sabu Diringkus di Sorkam Barat, Polisi Sita Belasan Plastik Klip
Pemko Tanjungbalai menggandeng sejumlah pihak, termasuk Perum Bulog Divre Asahan, untuk memastikan ketersediaan komoditas yang paling banyak dibutuhkan masyarakat.
Muslim membuka kemungkinan penambahan jenis komoditas yang dijual apabila permintaan masyarakat meningkat.
“Ke depan kami berharap produk yang dipasarkan dapat bertambah jika kondisi di lapangan menunjukkan permintaan warga meningkat,” katanya.
Pada GPM di Kelurahan Sijambi, warga dapat membeli beras SPHP seharga Rp59.000 per 5 kilogram, Minyak Kita Rp31.000 per 2 liter, dan telur ayam Rp50.000 per papan.
Baca Juga: 22 Huntap di Taput Ditarget Rampung Tahun Ini, Bupati: Besok Pondasi Mulai!
Harga tersebut menjadi daya tarik utama bagi warga di tengah kebutuhan menjaga pengeluaran rumah tangga. Bagi pemerintah daerah, GPM sekaligus menjadi alat untuk membaca langsung tekanan harga pangan di tingkat konsumen. (rel/gia)
Editor : Editor Satu