Tapteng Dibidik Jadi Sentra Garam Nasional, Air Laut Manduamas Mulai Diteliti

Editor Satu • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47 WIB
Pejabat Yonif TP 905/Tuan Syah bersama tim peneliti PUSTAKA Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar saat mengkaji potensi air laut Manduamas sebagai bahan baku garam.
Pejabat Yonif TP 905/Tuan Syah bersama tim peneliti PUSTAKA Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar saat mengkaji potensi air laut Manduamas sebagai bahan baku garam.

TAPTENG, METRODAILY – Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) mulai dilirik sebagai calon daerah produsen garam nasional. Potensi air laut di wilayah pesisir Kecamatan Manduamas kini dikaji untuk memastikan kelayakannya sebagai bahan baku garam rakyat.

Kajian tersebut dilakukan Batalyon Infanteri (Yonif) TP 905/Tuan Syah bersama Pusat Studi Kebijakan Publik dan Politik (PUSTAKA) Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar.

Penelitian difokuskan pada kualitas air laut di sejumlah titik pesisir Manduamas. Hasil kajian nantinya diharapkan menjadi dasar pengembangan usaha garam rakyat sekaligus memperkuat program ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat pesisir.

Baca Juga: Dari Hutan Tapanuli ke Shopee, Bisnis Kemenyan Devi Tembus Pasar Nasional

Danyonif TP 905/Tuan Syah Letnan Kolonel Inf Sabar Marihot Simanjuntak mengatakan, potensi sumber daya lokal perlu dipetakan secara ilmiah sebelum dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi masyarakat.

“Potensi lokal perlu kita lihat dan kembangkan. Karena itu kami (TNI AD) mendorong potensi garam rakyat ini dikaji secara ilmiah bersama perguruan tinggi agar dapat diketahui potensinya dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Sabar dalam siaran pers, Kamis (20/8/2026).

Lima Pantai Jadi Titik Sampel

Ketua PUSTAKA Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar Rindu Erwin Marpaung mengatakan, tim peneliti mengambil sampel air laut dari lima lokasi.

Baca Juga: Tanpa HGU, PT Sijabut Kuasai 362 Hektare Lahan Ditanami Kelapa Sawit di Asahan

Kelima titik tersebut yakni Pantai Sago, Pantai Tapus, Pantai Biru, Pantai Sindeas, dan Pantai Afdeling.

Pengambilan sampel di sejumlah lokasi dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih representatif mengenai karakteristik air laut di kawasan pesisir Manduamas.

“Pengambilan sampel pada beberapa titik ini penting agar kita tidak hanya melihat kondisi air laut dari satu lokasi. Karena setiap titik dapat memiliki karakteristik yang berbeda,” jelas Rindu.

Baca Juga: Inter Milan Bantai Monza 4-1, Puncaki Klasemen Liga Italia

Menurutnya, kajian tersebut tidak berhenti pada pemeriksaan kualitas air laut. Pengembangan usaha garam rakyat menyangkut aspek yang lebih luas, mulai dari pemberdayaan masyarakat, ekonomi lokal, ketahanan pangan, tata kelola sumber daya pesisir hingga kebijakan pemerintah daerah.

“Yang ingin kita bangun bukan sekadar angka hasil laboratorium. Data tersebut harus dapat menjawab pertanyaan yang lebih besar, apakah sumber daya air laut di Manduamas memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi bahan baku garam rakyat, bagaimana kualitasnya, dan seperti apa peluang pengembangannya secara berkelanjutan,” tegasnya.

Bidik Garam Konsumsi dan Industri

Pemerintah Kabupaten Tapteng menyatakan siap menindaklanjuti hasil penelitian tersebut apabila potensi air laut Manduamas dinilai memenuhi syarat untuk pengembangan usaha garam.

Baca Juga: Harga TBS Sawit Sumut Pekan Ini: Madina Tertinggi Rp3.420, Tapteng Terendah

Pengembangan itu diarahkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan garam konsumsi, tetapi juga membuka peluang produksi garam industri di kawasan pesisir barat Sumatera Utara.

Jika hasil kajian menunjukkan potensi yang layak, pengembangan garam rakyat di Manduamas dapat menjadi salah satu sumber ekonomi baru bagi masyarakat sekaligus memperkuat pemanfaatan sumber daya pesisir Tapteng. (net)

Editor : Editor Satu
Sentra Garam Nasional air laut manduamas tapteng