PD AIJ Sumut Bidik Setor PAD Perdana Setelah 12 Tahun, Optimalkan 16 Aset Pemprov

Editor Satu • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 17:15 WIB
Direktur Utama PD AIJ Sumut Swangro Lumbanbatu memaparkan strategi perusahaan menargetkan setoran PAD melalui optimalisasi aset, percetakan, dan pengembangan videotron dalam temu pers di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Selasa (4/8/2026). (Foto: Diskominfo Sumut/Munawar Harahap)
Direktur Utama PD AIJ Sumut Swangro Lumbanbatu memaparkan strategi perusahaan menargetkan setoran PAD melalui optimalisasi aset, percetakan, dan pengembangan videotron dalam temu pers di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Selasa (4/8/2026). (Foto: Diskominfo Sumut/Munawar Harahap)

MEDAN, METRODAILY – Perusahaan Daerah (PD) Aneka Industri dan Jasa (AIJ) Sumatera Utara (Sumut) menargetkan kembali menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada 2026 setelah sekitar 12 tahun tidak memberikan kontribusi kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut.

Target tersebut akan dicapai melalui penguatan bisnis inti perusahaan, optimalisasi aset milik Pemprov Sumut, serta ekspansi usaha di sektor percetakan dan periklanan.

Direktur Utama PD AIJ Sumut Swangro Lumbanbatu mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi internal, perusahaan daerah itu belum pernah menyetor PAD selama lebih dari satu dekade.

Baca Juga: Penebangan Kayu di Huta Ginjang Taput Diduga Langgar Administrasi

"Berdasarkan data yang kami cek sebelumnya, kurang lebih 12 tahun PD AIJ belum pernah berkontribusi memberikan PAD. Mudah-mudahan tahun ini dengan dukungan semua pihak PD AIJ bisa menambah PAD Pemprov Sumut untuk masyarakat dan pembangunan Sumatera Utara," ujar Swangro dalam konferensi pers di Lobby Dekranasda Kantor Gubernur Sumut, Selasa (4/8/2026).

16 Aset Pemprov Dioptimalkan

Swangro menjelaskan, salah satu strategi utama ialah mengoptimalkan 16 aset milik Pemprov Sumut yang selama ini kurang produktif.

Aset tersebut antara lain pabrik es batu, pabrik batu bata, eks Bioskop Ria, serta sejumlah aset lainnya yang kini dikerjasamakan dengan pihak kedua maupun ketiga agar mampu menghasilkan nilai ekonomi.

Baca Juga: Ulos Tapanuli Utara Tampil Memukau di Indonesia Fashion Week 2026

"Saat ini kita lakukan pengelolaan aset kepada pihak kedua dan ketiga agar dapat menghasilkan PAD. Kini aset-aset tersebut sudah berjalan baik dan tidak terbengkalai lagi," katanya.

Selain pengelolaan aset, PD AIJ juga memperkuat sektor percetakan dengan memperluas kerja sama bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun perusahaan swasta.

Perusahaan bahkan tetap menerima pekerjaan percetakan bernilai kecil sebagai strategi memperbesar akumulasi pendapatan.

"Permintaan percetakan Rp1 juta juga kita ambil. Kalau dikumpulkan sedikit demi sedikit lama-lama akan menjadi besar," ujar Swangro.

Baca Juga: Car Free Day Perdana di Sibolga Diserbu Ribuan Warga, Resmi Jadi Agenda Mingguan

Di bidang periklanan, PD AIJ mulai mengembangkan bisnis videotron yang dinilai lebih menguntungkan dibandingkan reklame konvensional.

"Kalau baliho menunggu satu hingga dua minggu, videotron dalam 10 sampai 15 detik sudah bisa menampilkan beberapa iklan sekaligus," jelasnya.

Seluruh Pegawai Ikut Pasarkan Jasa

Untuk mengejar target PAD, seluruh pegawai PD AIJ yang berjumlah sekitar 30 orang dilibatkan dalam pemasaran jasa perusahaan.

Selain itu, perusahaan juga membagikan kalender, company profile, dan map promosi kepada 319 OPD serta perusahaan swasta sebagai strategi memperluas pasar.

Baca Juga: Galian C Diduga Ilegal Beroperasi di Perbatasan Laguboti-Balige, Warga Minta Pemkab Bertindak

Menurut Swangro, langkah tersebut mulai menunjukkan hasil dengan meningkatnya minat OPD maupun sektor swasta menggunakan layanan percetakan PD AIJ.

Meski tarif percetakan sedikit lebih tinggi dibanding swasta karena faktor pajak, ia memastikan kualitas hasil cetak menjadi keunggulan perusahaan.

"Di Sumatera Utara hanya ada empat mesin percetakan berkualitas dan salah satunya dimiliki PD AIJ," katanya.

PD AIJ optimistis kombinasi optimalisasi aset, penguatan bisnis percetakan, dan pengembangan periklanan digital akan menjadi modal untuk kembali menyetor PAD kepada Pemprov Sumut pada tahun ini. (rel)

Editor : Editor Satu
PD AIJ Sumut