Simalungun Masuk 4 Besar Sentra Serapan Gabah Bulog Sumut

Editor Satu • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 12:20 WIB
TNI-Polri bersinergi bersama petani dalam panen raya padi di Nagori Maligas Bayu, Simalungun.
TNI-Polri bersinergi bersama petani dalam panen raya padi di Nagori Maligas Bayu, Simalungun.

MEDAN, METRODAILY – Kabupaten Simalungun menjadi salah satu daerah andalan Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) dalam penyerapan gabah petani sepanjang 2026. Bersama Deli Serdang, Serdang Bedagai, dan Langkat, Simalungun berperan penting memperkuat cadangan pangan pemerintah di Sumatera Utara.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut Budi Cahyanto mengatakan hingga 26 Juli 2026, Bulog telah menyerap 34.688 ton gabah, atau setara 17.344 ton beras, yang sebagian besar berasal dari empat kabupaten tersebut.

"Empat daerah tersebut yakni Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Langkat, dan Kabupaten Simalungun," ujar Budi di Medan.

Baca Juga: Bupati Anton Kucurkan Rp12,8 Miliar untuk Dolok Silou, Jalan hingga Irigasi Jadi Prioritas

Simalungun Sumbang 15 Persen

Budi menjelaskan kontribusi masing-masing daerah terhadap total serapan gabah cukup signifikan.

Menurutnya, serapan gabah dari Kabupaten Langkat dan Simalungun sebelumnya mencapai sekitar 250 ton.

"Saat ini serapan gabah masih terbatas. Sebelumnya kami menyerap sekitar 250 ton dari Kabupaten Langkat dan Kabupaten Simalungun," katanya.

Bulog optimistis volume penyerapan gabah akan terus meningkat dalam beberapa pekan ke depan seiring sejumlah sentra pertanian di Sumatera Utara memasuki musim panen.

Baca Juga: Polres Simalungun Perketat Patroli di Tol Sinaksak dan Jalinsum

Gabah hasil pembelian dari petani tersebut akan menjadi bagian dari cadangan pangan pemerintah, yang digunakan untuk mendukung berbagai program strategis nasional.

Di antaranya adalah:

Bulog Beli Gabah Rp6.500 per Kilogram

Sebagai operator pemerintah di sektor pangan, Bulog terus menyerap gabah langsung dari petani dengan mengacu pada Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram.

Baca Juga: Dinkes Siantar Luncurkan SIPITA, Inovasi Baru Percepat Pemantauan Ibu Hamil

Selain melakukan pembelian, Bulog Sumut juga memperkuat sosialisasi kepada gabungan kelompok tani (Gapoktan), pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan agar penyerapan hasil panen petani dapat terus ditingkatkan.

Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Sumatera Utara. (net)

Editor : Editor Satu
sentra serapan gabah kabupaten simalungun bulog sumut