MEDAN, METRODAILY – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memberikan penjelasan terkait video viral yang memperlihatkan seorang siswa penerima Program Indonesia Pintar (PIP) datang ke Kantor Cabang BNI Lubuk Pakam menggunakan ambulans dan tempat tidur pasien untuk mengurus aktivasi rekening.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo memastikan proses pendaftaran dan aktivasi rekening PIP siswa tersebut telah selesai setelah seluruh persyaratan dipenuhi. Menurutnya, petugas BNI mendampingi keluarga hingga seluruh tahapan dapat dituntaskan.
"Kami telah membantu menyelesaikan seluruh proses pendaftaran dan aktivasi rekening PIP siswa yang bersangkutan. Petugas BNI mendampingi keluarga dalam setiap tahapan hingga seluruh proses berhasil dituntaskan," ujar Okki dalam keterangan tertulis, Jumat (24/7/2026).
Baca Juga: PPSU Gandeng Kedubes Tiongkok, Sumut Bakal Dapat 200 Mesin Cuci Darah dan PLTS 300 MW
BNI menyatakan turut prihatin atas kondisi kesehatan siswa tersebut. Menurut Okki, sejak awal petugas telah menyampaikan kepada keluarga bahwa proses aktivasi tidak perlu dilakukan secara tergesa-gesa karena masa aktivasi masih berlangsung hingga akhir 2026.
Petugas juga menyarankan agar proses dapat dilanjutkan setelah kondisi siswa membaik.
Namun, ketika keluarga kembali pada hari yang sama, petugas tetap memberikan pelayanan. BNI menegaskan kehadiran siswa menggunakan ambulans dan tempat tidur pasien bukan atas permintaan maupun arahan petugas bank.
Baca Juga: Bobby Nasution Jadi Gubernur Pertama Berkantor di Nias, Target Kejar Ketertinggalan
"Petugas telah menjelaskan bahwa siswa dapat tetap berada di dalam ambulans apabila kondisinya belum memungkinkan untuk masuk ke kantor cabang. Kehadiran siswa menggunakan ambulans bukan atas permintaan BNI," kata Okki.
BNI juga menegaskan memiliki mekanisme pelayanan khusus bagi nasabah yang mengalami keterbatasan kesehatan atau kebutuhan khusus. Keluarga dapat berkoordinasi terlebih dahulu dengan kantor cabang agar petugas dapat menyiapkan layanan yang sesuai, termasuk melalui pengaturan dan janji temu dengan tetap memenuhi aspek keamanan dan verifikasi.
Perseroan memastikan akan terus mengevaluasi standar pelayanan di seluruh unit kerja agar layanan bagi nasabah, khususnya penerima manfaat program pemerintah dan penyandang kebutuhan khusus, dapat berlangsung lebih aman, nyaman, dan humanis.
Baca Juga: Wali Kota Siantar Wesly Silalahi Sebut Job Fair Langkah Strategis Kurangi Pengangguran
BNI juga mengimbau masyarakat untuk memastikan setiap informasi yang diterima telah terverifikasi sebelum disebarluaskan guna menghindari kesalahpahaman. (Rel)
Editor : Editor Satu