MEDAN, METRODAILY – PT Bank Sumut (Perseroda) resmi meluncurkan Kredit Usaha Rakyat Penempatan Pekerja Migran Indonesia (KUR PMI) dengan kuota awal sebesar Rp15 miliar.
Program ini ditargetkan membantu sekitar 2.500 calon pekerja migran Indonesia (PMI) asal Sumatera Utara memperoleh akses pembiayaan untuk bekerja ke luar negeri melalui jalur resmi.
Peluncuran KUR PMI ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Bank Sumut dan tiga Lembaga Pelatihan Kerja–Sending Organization (LPK-SO) di Kantor Pusat Bank Sumut, Rabu (22/7/2026).
Baca Juga: HAN 2026: Tanoto Foundation, Pemko Siantar dan Pemkab Karo Perkuat Pengasuhan Anak Usia Dini
Direktur Teknologi Informasi dan Operasional Bank Sumut, Sandhy Sofian, mengatakan program tersebut hadir untuk mengatasi kendala biaya yang selama ini menjadi hambatan bagi calon pekerja migran sebelum diberangkatkan.
"Kesempatan bekerja di luar negeri menjadi alternatif meningkatkan taraf hidup. Namun tidak sedikit calon pekerja migran terkendala biaya. Melalui KUR PMI, Bank Sumut hadir memberikan solusi pembiayaan yang terjangkau agar masyarakat berangkat dengan lebih tenang dan terlindungi," kata Sandhy.
Dana KUR PMI dapat digunakan untuk membiayai berbagai kebutuhan sebelum keberangkatan, mulai dari pelatihan keterampilan, sertifikasi kompetensi, pemeriksaan kesehatan, pengurusan dokumen, hingga biaya penempatan ke negara tujuan.
Program ini menawarkan sejumlah kemudahan, di antaranya bunga efektif 6 persen per tahun, plafon pinjaman hingga Rp100 juta, tanpa biaya administrasi dan provisi, tanpa agunan tambahan, serta masa tenggang pembayaran pokok (grace period) maksimal tiga bulan sebelum angsuran dimulai.
Target 2.500 Pekerja Migran
Sebagai tahap awal, Bank Sumut memperoleh alokasi penyaluran KUR PMI sebesar Rp15 miliar. Dana tersebut diperkirakan mampu membiayai keberangkatan sekitar 2.500 calon pekerja migran dan peserta program magang dari Sumatera Utara.
Untuk memastikan penyaluran berjalan optimal, Bank Sumut menggandeng tiga LPK-SO, yakni PT Aoki Mori Indonesia, Yayasan LPK Koufuku Daruma Indonesia, dan PT Gapindo Gemilang Prestasi Indonesia. Ketiga lembaga tersebut bertugas menyiapkan calon pekerja migran agar memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja internasional.
Baca Juga: Rida K Liamsi Didakwa Kasus Penggelapan Dana Riau Pos Rp56,9 Miliar
Selain itu, Bank Sumut juga menjalin sinergi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Utara, serta Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).
Bangun Ekosistem PMI yang Aman dan Produktif
Sandhy menegaskan, peluncuran KUR PMI tidak hanya bertujuan memberikan pembiayaan, tetapi juga membangun ekosistem penempatan pekerja migran yang legal, aman, dan produktif.
"Program ini bukan sekadar pembiayaan. Kami ingin membangun ekosistem yang memudahkan calon pekerja migran, mulai dari akses pembiayaan, pelatihan, hingga keberangkatan. Tujuannya menciptakan SDM Sumut yang kompetitif di pasar kerja internasional," ujarnya.
Baca Juga: Sipropam Polres Tanjungbalai Cek Kelayakan Senjata Api Personel
Menurutnya, pekerja migran memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional melalui devisa. Karena itu, akses pembiayaan yang mudah diharapkan dapat meningkatkan jumlah pekerja migran yang berangkat secara resmi sekaligus memperkuat perlindungan bagi mereka.
Melalui KUR PMI, Bank Sumut menegaskan komitmennya sebagai bank pembangunan daerah dalam mendukung program pemerintah untuk memperluas kesempatan kerja, meningkatkan inklusi keuangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara. (Rel/syam)
Editor : Editor Satu