MEDAN, METRODAILY – Gitar Sipoholon, alat musik khas asal Kecamatan Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara, kembali mencuri perhatian di ajang Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50. Produk UMKM lokal yang pernah berjaya pada era 1980-an itu kini telah dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia.
Penjaga Paviliun Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, Raiza Purba, mengatakan gitar yang dipamerkan merupakan hasil karya perajin lokal, Petrus Hutagalung, warga Sipoholon.
"Produk gitar yang dipamerkan di PRSU ini merupakan buatan tangan Petrus Hutagalung. Setiap gitar memiliki merek yang melekat sebagai identitas produk," ujar Raiza di Paviliun Pemkab Tapanuli Utara.
Baca Juga: Safari Jumat di Masjid Al-Ikhlas, Kapolres Labuhanbatu Ajak Warga Jaga Kamtibmas
Menurutnya, gitar Sipoholon dipasarkan dengan harga mulai Rp1,2 juta hingga Rp1,5 juta, bahkan tersedia pula varian gitar listrik yang mulai diminati pasar.
Raiza menilai kualitas gitar Sipoholon mampu bersaing dengan produk sejenis dari daerah lain maupun buatan luar negeri. Saat ini, Petrus Hutagalung mampu memproduksi sekitar dua unit gitar setiap pekan sesuai permintaan.
"Desainnya terus mengikuti perkembangan, sehingga banyak diminati para musisi. Saat ini pemasarannya sudah menjangkau berbagai daerah di Indonesia," katanya.
Baca Juga: Pengurus Badan Wakaf Indonesia Cabang Simalungun Audiensi ke Bupati
Kehadiran gitar Sipoholon di PRSU ke-50 menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara memperkenalkan produk unggulan UMKM sekaligus menghidupkan kembali kejayaan alat musik legendaris yang pernah menjadi kebanggaan daerah. (Rel)
Editor : Editor Satu