Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Solar Eceran Tembus Rp12.000 per Liter di Padang Lawas, Pertalite Rp15.000

Editor Satu • Rabu, 15 Juli 2026 | 14:15 WIB
Petugas mengisi BBM di SPBU Pertamina. Mulai 1 Juli 2026, harga sejumlah BBM nonsubsidi resmi mengalami penurunan.
Petugas mengisi BBM di SPBU Pertamina. Mulai 1 Juli 2026, harga sejumlah BBM nonsubsidi resmi mengalami penurunan.

PADANG LAWAS, METRODAILY – Harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar dan Pertalite di tingkat pengecer di Kabupaten Padang Lawas (Palas), Sumatera Utara, melonjak tajam di tengah kelangkaan pasokan.

Solar kini dijual hingga Rp12.000 per liter, sementara Pertalite dibanderol antara Rp13.000 hingga Rp15.000 per liter.

Lonjakan harga tersebut memicu keluhan masyarakat karena menambah beban biaya transportasi dan operasional, terutama bagi sopir angkutan, petani, hingga pelaku usaha kecil yang bergantung pada BBM bersubsidi.

Sejumlah warga berharap Pemerintah Kabupaten Padang Lawas bersama instansi terkait segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan distribusi agar kelangkaan tidak berlarut-larut dan harga kembali normal.

Baca Juga: Rossa Buatkan Akun Instagram Khusus untuk Putrinya, Begini Alasannya

Berdasarkan pantauan di lapangan, kelangkaan solar subsidi terjadi di sejumlah SPBU di jalur lintas Sumatera yang melintasi wilayah Padang Lawas. Tingginya permintaan menyebabkan antrean kendaraan mengular setiap hari.

Kondisi tersebut membuat banyak pengendara memilih membeli BBM di tingkat pengecer meski harus membayar jauh di atas harga resmi yang ditetapkan pemerintah.

Kelangkaan BBM juga dikhawatirkan berdampak pada distribusi barang dan aktivitas ekonomi masyarakat apabila pasokan tidak segera kembali normal.

SPBU Klaim Pasokan Masih Normal

Di sisi lain, Pengawas SPBU 14.227.309 di Jalan KH Dewantara, Sibuhuan, Arsad Harahap, membantah adanya gangguan pasokan di SPBU yang dikelolanya.

Baca Juga: Rossa Buatkan Akun Instagram Khusus untuk Putrinya, Begini Alasannya

Menurut Arsad, distribusi solar maupun Pertalite di SPBU tersebut masih berjalan normal sesuai kuota yang diterima.

Meski demikian, fakta di lapangan menunjukkan masyarakat masih kesulitan memperoleh BBM bersubsidi sehingga memilih membeli dari pengecer dengan harga yang jauh lebih mahal.

Hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pihak Pertamina maupun pemerintah daerah mengenai penyebab utama tingginya permintaan yang memicu antrean panjang di sejumlah SPBU di Kabupaten Padang Lawas. (net)

Editor : Editor Satu
solar eceran padang lawas pertalite