Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Pertalite Sulit Didapat, Antrean Panjang Warnai SPBU di Sumut, Ini Penjelasan Pertamina

Editor Satu • Rabu, 15 Juli 2026 | 11:35 WIB
Antrean kendaraan mengular di salah satu SPBU di Sumatera Utara akibat terbatasnya pasokan Pertalite dalam beberapa hari terakhir.
Antrean kendaraan mengular di salah satu SPBU di Sumatera Utara akibat terbatasnya pasokan Pertalite dalam beberapa hari terakhir.

MEDAN, METRODAILY – Kelangkaan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di sejumlah SPBU di Sumatera Utara (Sumut) memicu antrean panjang kendaraan dalam beberapa hari terakhir.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Sumut mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan (panic buying).

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi, dan Sumber Daya Mineral (Perindag ESDM) Sumut, Dedi Jaminsyah Putra Harahap, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut untuk memastikan distribusi BBM segera kembali normal.

Menurutnya, Pertamina telah mengambil sejumlah langkah percepatan distribusi, termasuk menambah armada mobil tangki dan personel awak mobil tangki agar penyaluran BBM ke SPBU berlangsung lebih cepat.

Baca Juga: Bobol Rumah Lansia di Siang Hari, Remaja Ini Bawa Kabur Dollar, Ringgit hingga HP

"Berdasarkan hasil koordinasi, Pertamina telah melakukan langkah-langkah percepatan distribusi, antara lain dengan penambahan armada mobil tangki dan personel awak mobil tangki guna mempercepat penyaluran BBM ke SPBU. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi stok dan distribusi di lapangan agar pelayanan kepada masyarakat segera kembali normal," kata Dedi, Selasa (14/7).

Ia meminta masyarakat tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi tidak semakin terganggu.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying), serta membeli BBM sesuai kebutuhan. Kami optimistis, dengan langkah-langkah percepatan distribusi yang sedang dilakukan, kondisi pasokan BBM di Sumatera Utara akan segera kembali normal," ujarnya.

Baca Juga: BPOM Sita 2,1 Juta Kosmetik Ilegal Senilai Rp35,8 Miliar, Dijual Lewat TikTok

Pertamina Akui Ada Penyesuaian Distribusi

Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut mengakui distribusi BBM di sejumlah wilayah Sumatera Utara mengalami penyesuaian operasional dalam beberapa hari terakhir.

Officer Communication & Relations Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Rafly Masyal Donta, menjelaskan penyaluran dari Fuel Terminal Medan dilakukan secara bertahap sehingga berdampak pada ketersediaan BBM di sejumlah SPBU.

"Dalam beberapa hari terakhir, proses distribusi dari Fuel Terminal Medan mengalami penyesuaian operasional sehingga penyaluran di sejumlah SPBU dilakukan secara bertahap. Dalam kondisi tersebut, distribusi dilakukan secara proporsional ke berbagai SPBU agar kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah layanan tetap dapat terpenuhi," jelas Rafly.

Baca Juga: Tengah Malam! Tiga Remaja Kepergok Ngelem di Depan SMPN 6 Siantar

Pertamina memastikan distribusi terus dioptimalkan agar pasokan BBM segera kembali normal.

Ombudsman Soroti Antrean Panjang

Di sisi lain, Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sumatera Utara mengaku menerima banyak laporan masyarakat terkait antrean panjang kendaraan di SPBU.

Kepala Perwakilan Ombudsman Sumut, Herdensi, menilai BBM merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi aktivitas masyarakat dan perekonomian sehingga gangguan distribusi harus segera diatasi.

"Ombudsman menerima berbagai informasi mengenai antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU. Kondisi ini menunjukkan adanya gangguan pada aspek pelayanan yang perlu segera ditangani. Masyarakat berhak memperoleh pelayanan yang mudah, cepat, dan berkepastian, termasuk dalam memperoleh akses terhadap BBM," katanya.

Baca Juga: Paulo Dybala Putuskan Setia! AS Roma Amankan Sang Bintang hingga 2027

Menurut Herdensi, langkah percepatan distribusi yang dilakukan Pertamina memang patut diapresiasi, namun hingga kini belum sepenuhnya mampu mengatasi persoalan di lapangan dan berpotensi memicu panic buying.

Karena itu, Ombudsman meminta Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melakukan langkah yang lebih efektif untuk mengakhiri antrean panjang di SPBU.

"Oleh karena itu, Ombudsman meminta Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut mengambil langkah-langkah yang lebih optimal dalam menyelesaikan persoalan antrean BBM di SPBU. Kegagalan menyelesaikan persoalan ini merupakan indikasi buruknya tata kelola distribusi BBM," tegas Herdensi.

Selain itu, Ombudsman juga meminta Pertamina menyampaikan informasi secara transparan, akurat, dan berkala mengenai penyebab kendala distribusi, wilayah terdampak, serta target normalisasi pasokan.

Baca Juga: Maudy Ayunda Kantongi Paten Kosmetik Bersama ITB Berbasis Tanaman Asli Indonesia

Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi kunci untuk mencegah kepanikan masyarakat yang justru dapat memperburuk kondisi distribusi BBM.

Ombudsman menegaskan akan terus memantau penanganan gangguan distribusi BBM di Sumatera Utara. Jika ditemukan dugaan maladministrasi dalam pelayanan publik, lembaga tersebut akan melakukan pemeriksaan dan meminta tindakan korektif sesuai ketentuan yang berlaku. (net)

Editor : Editor Satu
antrean di spbu Pertalite langka