SIMALUNGUN, METRODAILY – Kabupaten Simalungun memperkenalkan Cabai Lokal Siboras sebagai varietas hortikultura unggulan yang digadang-gadang mampu meningkatkan kesejahteraan petani.
Memiliki produktivitas tinggi dengan masa panen hingga satu tahun, komoditas lokal ini dinilai berpotensi menjadi ikon pertanian baru daerah.
Hal itu disampaikan Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih saat menghadiri panen raya Cabai Lokal Siboras di Nagori Siboras, Kecamatan Pematang Silimahuta, Jumat (10/7).
Baca Juga: SETARA Institute Turun ke Siantar, Teliti Dampak Kota Toleran
Anton mengaku optimistis varietas asli Simalungun tersebut mampu bersaing dengan cabai unggulan dari daerah lain karena memiliki kualitas dan daya produksi yang tinggi.
"Saya sangat mengapresiasi kerja keras para petani. Cabai Lokal Siboras ini memiliki potensi luar biasa. Tanamannya dapat tumbuh hingga sekitar dua meter dengan masa panen mencapai satu tahun. Ini merupakan potensi pertanian yang harus kita jaga dan kembangkan bersama," ujar Anton.
Menurutnya, keberhasilan budidaya Cabai Lokal Siboras membuktikan sektor pertanian Simalungun memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat.
Baca Juga: Siswi SMA Sultan Agung Siantar Raih Beasiswa Telkomsel, Lolos ke PTN
Karena itu, Pemkab Simalungun berkomitmen memperluas pengembangan varietas tersebut melalui pendampingan kepada petani, penguatan akses sarana produksi pertanian, hingga promosi hasil pertanian unggulan daerah.
"Kita akan memperkenalkan Cabai Lokal Siboras ini lebih luas agar semakin banyak petani di Kabupaten Simalungun yang membudidayakannya. Selain memiliki kualitas yang baik, komoditas ini juga memberikan peluang peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani," tegasnya.
Anton juga berharap sinergi antara pemerintah, penyuluh pertanian, dan kelompok tani semakin diperkuat sehingga sektor pertanian Simalungun mampu menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Baca Juga: Dramatis! Brace Jude Bellingham Bawa Inggris Singkirkan Norwegia
Panen Setiap Pekan Selama Setahun
Sementara itu, petani Cabai Lokal Siboras, Rando Jawak, menjelaskan varietas tersebut memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan cabai lainnya.
Dengan pemupukan dan perawatan yang optimal, tinggi tanaman dapat mencapai sekitar dua meter dan mulai memasuki masa panen pada usia sekitar 145 Hari Setelah Tanam (HST).
"Tanaman ini mampu berproduksi hingga satu tahun dengan frekuensi panen setiap minggu," kata Rando.
Dalam satu hektare lahan, lanjutnya, terdapat sekitar 14.000 batang cabai dengan produktivitas rata-rata mencapai 3 ton per hektare setiap minggu selama masa panen apabila pemeliharaan dilakukan secara maksimal.
Baca Juga: Dramatis! Brace Jude Bellingham Bawa Inggris Singkirkan Norwegia
Meski demikian, Rando berharap pemerintah turut membantu mengatasi keterbatasan pupuk non-subsidi yang masih menjadi kendala utama petani hortikultura.
"Kami berharap ketersediaan pupuk non-subsidi lebih mudah diperoleh karena tanaman cabai dan jeruk sangat bergantung pada pupuk tersebut untuk menjaga kualitas dan produktivitas hasil panen," ujarnya.
Pada kesempatan itu, Rando juga memperagakan teknik memanen cabai yang benar kepada Bupati Anton dan rombongan. Menurutnya, metode panen yang tepat sangat menentukan kualitas buah, menjaga produktivitas tanaman, sekaligus memperpanjang masa produksi. (esa)
Editor : Editor Satu