LANGKAT, METRODAILY – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara terus memperkuat akses pembiayaan bagi petani melalui pengembangan Klaster Kemitraan Pertanian Jagung di Kabupaten Langkat.
Hingga 2026, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dalam program tersebut telah mencapai Rp1,375 miliar kepada 26 petani.
Komitmen itu ditegaskan dalam kegiatan Panen Raya Jagung dan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Klaster Kemitraan Pertanian Jagung antara Pemerintah Kabupaten Langkat, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, gabungan kelompok tani (Gapoktan), Perum Bulog, dan BPJS Ketenagakerjaan di Kabupaten Langkat, Selasa (7/7/2026).
Baca Juga: OJK dan BKKBN Bekali Warga Deli Serdang Cara Hindari Pinjol Ilegal hingga Judi Online
Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara Triyoga Laksito mengatakan kolaborasi tersebut merupakan langkah nyata dalam memperluas akses keuangan bagi sektor produktif sekaligus memperkuat ekosistem pertanian jagung di Langkat.
"OJK menyambut baik penandatanganan kerja sama dan panen raya ini sebagai langkah konkret memperkuat ekosistem pengembangan jagung di Kabupaten Langkat. Panen raya menjadi bukti bahwa kolaborasi yang dibangun mulai memberikan hasil nyata," ujar Triyoga.
Program Klaster Kemitraan Pertanian Jagung menunjukkan tren positif. Pada 2025, penyaluran KUR kepada anggota Gapoktan Maju Bersama mencapai Rp875 juta untuk 22 petani, sedangkan Gapoktan Oriza memperoleh Rp205 juta bagi tiga petani. Memasuki 2026, total pembiayaan meningkat menjadi Rp1,375 miliar yang dinikmati 26 petani dari kedua gapoktan tersebut.
Baca Juga: Bupati Tapsel Tekankan Akselerasi Kinerja ASN dan Pembinaan Desa Binaan
Program ini juga diperluas dengan bergabungnya enam Gapoktan baru, yakni Gapoktan Cinta Damai, Sumber Rejo, Semangat Jaya, Sumber Maju, Setia Jaya, dan Pantai Berseri. Bersamaan dengan penandatanganan kerja sama tersebut, telah direalisasikan pencairan KUR sebesar Rp150 juta.
Menurut Triyoga, pengembangan klaster jagung menjadi bagian dari Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) yang mendorong optimalisasi peran sektor jasa keuangan dalam membiayai sektor produktif. Komoditas jagung dinilai strategis karena mendukung ketahanan pangan, swasembada pangan, serta Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Plt Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti menegaskan Pemerintah Kabupaten Langkat berkomitmen memperkuat sektor pertanian sebagai pilar peningkatan kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan.
Baca Juga: Pemkab Simalungun Pelayanan Terpadu di Raya Kahean, Ada Rekonstruksi Jalan Senilai Rp18 Miliar
Ia menilai keberhasilan sektor pertanian tidak hanya ditentukan oleh kemampuan petani meningkatkan produksi, tetapi juga kemudahan memperoleh pembiayaan, kepastian pasar, perlindungan sosial, serta sinergi seluruh pemangku kepentingan.
Dalam skema kemitraan tersebut, Perum Bulog bertindak sebagai offtaker yang menjamin penyerapan hasil panen petani, sedangkan BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan jaminan sosial bagi petani dan pelaku usaha di sektor pertanian.
Dari sisi intermediasi perbankan, outstanding kredit untuk komoditas jagung di Sumatera Utara meningkat signifikan, dari Rp276,37 miliar pada Desember 2020 menjadi Rp713,4 miliar pada Mei 2026. Sebanyak 99,74 persen pembiayaan tersebut disalurkan kepada pelaku UMKM.
Baca Juga: Pemkab Taput Terima PAD Rp643 Juta dari Bandara Silangit
Selain meningkatkan produksi, pengembangan klaster kemitraan juga membuka peluang penciptaan nilai tambah melalui pemanfaatan biomassa dan produk turunan jagung sebagai bagian dari pengembangan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
OJK juga mengingatkan masyarakat, termasuk petani dan pelaku usaha, agar menggunakan produk dan layanan keuangan yang legal serta diawasi otoritas, sekaligus menghindari investasi bodong maupun penawaran pembiayaan yang menjanjikan keuntungan tidak wajar.
Melalui sinergi pemerintah daerah, OJK, industri jasa keuangan, Perum Bulog, BPJS Ketenagakerjaan, dan kelompok tani, pengembangan klaster pertanian jagung diharapkan mampu memperluas akses pembiayaan, memperkuat ketahanan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Langkat. (Rel)
Editor : Editor Satu