Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

OJK dan BKKBN Bekali Warga Deli Serdang Cara Hindari Pinjol Ilegal hingga Judi Online

Editor Satu • Jumat, 10 Juli 2026 | 15:12 WIB
Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Sumatera Utara Yusri bersama Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Sumut Mahyuzar memberikan edukasi literasi keuangan kepada peserta di Kampung Keluarga Berkualitas, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (8/7/2026).
Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Sumatera Utara Yusri bersama Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Sumut Mahyuzar memberikan edukasi literasi keuangan kepada peserta di Kampung Keluarga Berkualitas, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (8/7/2026).

DELISERDANG, METRODAILY – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara bersama Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Sumatera Utara memperkuat literasi keuangan keluarga melalui kegiatan edukasi di Kampung Keluarga Berkualitas, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (8/7/2026).

Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 sekaligus Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 itu bertujuan meningkatkan kemampuan keluarga dalam mengelola keuangan secara bijak, aman, dan terencana di tengah pesatnya perkembangan layanan keuangan digital.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Sumatera Utara, Yusri, Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sumatera Utara Mahyuzar, Sekretaris Dinas P3AP2KB Kabupaten Deli Serdang Sri Mahyuni, serta para pemangku kepentingan dan pengelola program pembangunan keluarga.

Baca Juga: Bupati Tapsel Tekankan Akselerasi Kinerja ASN dan Pembinaan Desa Binaan

Yusri menegaskan, keluarga menjadi fondasi utama dalam membangun ketahanan ekonomi masyarakat karena berbagai keputusan finansial berawal dari rumah tangga.

"Banyak keputusan keuangan penting dimulai dari rumah tangga, mulai dari mengatur pengeluaran, menabung, berutang secara bijak, memilih produk keuangan, hingga memastikan keluarga terhindar dari penipuan dan aktivitas keuangan ilegal," ujarnya.

Menurutnya, keluarga yang memiliki literasi keuangan yang baik akan lebih mampu menyusun skala prioritas, mengelola pendapatan, merencanakan kebutuhan masa depan, serta mengambil keputusan keuangan secara lebih tepat.

Baca Juga: Pemkab Simalungun Pelayanan Terpadu di Raya Kahean, Ada Rekonstruksi Jalan Senilai Rp18 Miliar

Penguatan literasi keuangan juga menjadi bagian dari agenda pembangunan nasional. Dalam RPJPN 2025–2045, pemerintah menargetkan tingkat inklusi keuangan mencapai 98 persen sebagai salah satu indikator Indonesia Emas 2045. Sementara RPJMN 2025–2029 menargetkan literasi keuangan sebesar 69,35 persen dan inklusi keuangan 93 persen pada 2029.

Namun, hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 menunjukkan tingkat inklusi keuangan nasional telah mencapai 80,51 persen, sedangkan literasi keuangan baru berada di angka 66,46 persen. Kesenjangan tersebut dinilai masih membuat masyarakat rentan menjadi korban investasi ilegal, pinjaman online ilegal, judi online, penipuan, hingga penyalahgunaan data pribadi.

Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sumatera Utara Mahyuzar mengatakan pembangunan keluarga berkualitas tidak hanya berfokus pada aspek kependudukan, tetapi juga penguatan kemampuan ekonomi keluarga.

Baca Juga: Pemkab Taput Terima PAD Rp643 Juta dari Bandara Silangit

Menurutnya, Kampung Keluarga Berkualitas memiliki peran strategis sebagai pusat integrasi berbagai program pembangunan keluarga hingga tingkat desa dan kelurahan. Melalui kolaborasi dengan OJK, edukasi keuangan diharapkan menjangkau masyarakat lebih luas melalui Penyuluh KB, Tim Pendamping Keluarga, Kelompok Kerja Kampung Keluarga Berkualitas, UPPKA, hingga Forum GenRe.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai pengelolaan keuangan keluarga, kewaspadaan terhadap investasi ilegal, bahaya judi online, penggunaan pinjaman online secara bijak, serta pengenalan produk dan layanan jasa keuangan yang legal.

Selain itu, Bank Syariah Indonesia (BSI) turut memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan berbasis syariah, pentingnya menabung, dan pemanfaatan layanan perbankan syariah untuk perencanaan keuangan keluarga.

Baca Juga: Inter Milan Gaet Kiper Lazio 

Melalui kolaborasi ini, OJK dan BKKBN berharap semakin banyak keluarga yang memiliki kecakapan finansial, mandiri secara ekonomi, serta mampu menghadapi berbagai risiko keuangan guna mendukung tercapainya target literasi dan inklusi keuangan nasional menuju Indonesia Emas 2045. (Rel)

Editor : Editor Satu
#ojk #BKKBN RI #literasi keuangan