MEDAN, METRODAILY – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mengajak kalangan dunia usaha, investor, serta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) memperkuat kolaborasi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara.
Sinergi pemerintah dan sektor bisnis dinilai menjadi kunci mencapai target pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka lebih banyak lapangan pekerjaan.
Ajakan tersebut disampaikan Bobby Nasution saat menghadiri Jamuan Makan Malam (Networking Dinner) menyambut Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) Emas ke-50 Tahun 2026 di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Kamis (25/6/2026) malam.
Acara tersebut dihadiri jajaran BUMD, perusahaan swasta nasional, investor, perbankan, serta berbagai mitra strategis yang selama ini berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi Sumatera Utara.
Dalam sambutannya, Bobby Nasution menyampaikan apresiasi kepada seluruh sponsor dan mitra yang telah mendukung penyelenggaraan PRSU ke-50.
Menurutnya, PRSU bukan hanya agenda tahunan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Provinsi Sumatera Utara dan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi juga menjadi etalase promosi budaya, investasi, pariwisata, serta produk unggulan daerah.
Bobby menegaskan, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional, Sumatera Utara ditargetkan mampu tumbuh hingga sekitar 7,1 persen. Target tersebut, menurutnya, hanya dapat dicapai melalui peran aktif sektor swasta sebagai motor penggerak ekonomi.
"Untuk menutupi tantangan tersebut, harus ada pergerakan dari sektor bisnis yang menjadi motor pertumbuhan ekonomi di tingkat lokal Sumatera Utara," ujar Bobby.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Sumut berkomitmen menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif melalui penyederhanaan perizinan, percepatan pelayanan, serta penguatan kolaborasi dengan dunia usaha.
"Kami ingin mendengar apa saja persoalan di lapangan dan apa yang perlu kami lakukan dari sisi pemerintah daerah untuk mendukung ekspansi usaha Bapak dan Ibu sekalian. Semakin besar usaha Anda berkembang, semakin besar pula dampak penyerapan lapangan pekerjaan bagi masyarakat," katanya.
Dalam kegiatan tersebut hadir sejumlah perusahaan nasional, di antaranya Lazada, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), Indosat, serta GoTo (Gojek Tokopedia), yang diharapkan dapat memperluas investasi dan kerja sama strategis di Sumatera Utara.
Sementara itu, Direktur PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PPSU) Perseroda Ferry Indra mengatakan, PRSU ke-50 akan menjadi momentum memperkenalkan berbagai potensi unggulan daerah kepada investor, pelaku usaha, dan masyarakat luas.
Menurutnya, seluruh 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara dipastikan berpartisipasi dalam PRSU tahun ini. Selain itu, sejumlah provinsi lain di Indonesia hingga negara sahabat, termasuk Pulau Pinang, Malaysia, juga akan ambil bagian.
Ferry menjelaskan, penyelenggaraan PRSU Emas tahun ini mengusung konsep yang lebih berkualitas dengan menonjolkan potensi lokal.
"Sekitar 75 persen konten yang ditampilkan merupakan hasil karya asli dari Sumatera Utara. Kali ini kita tidak bertumpu pada konsentrasi komersial massal, melainkan lebih mengedepankan konten unggulan yang telah melalui proses kurasi ketat," ujarnya.
Selain pameran pembangunan dan promosi investasi, PRSU ke-50 juga akan menghadirkan berbagai kompetisi kreatif, seperti lomba tari kontemporer, video kreatif, hingga festival film pendek yang mulai digelar pada Juli 2026 dengan melibatkan dewan juri profesional.
Melalui konsep tersebut, PRSU Emas ke-50 diharapkan menjadi ajang promosi investasi, penguatan ekonomi kreatif, pelestarian budaya, serta pengembangan UMKM yang mampu memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sulaiman Harahap, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, pimpinan perangkat daerah, pimpinan instansi vertikal, serta para pemangku kepentingan dan mitra strategis PRSU. (rel/dis)
Editor : Editor Satu