Sumut Jajaki Teknologi Finlandia, Bobby Dorong Sampah Jadi Energi Listrik

Editor Satu • Dipublikasikan Rabu, 17 Juni 2026 | 20:05 WIB
Gubernur Sumut Bobby Nasution didampingi Wakil Gubernur Surya menerima audiensi Duta Besar Finlandia untuk Indonesia, Pekka Kaihilahti, di Kantor Gubernur Sumut, Medan, guna membahas kerja sama pengolahan sampah menjadi energi listrik. (Foto: Diskominfo Sumut/Fahmi Aulia)
Gubernur Sumut Bobby Nasution menerima audiensi Duta Besar Finlandia untuk Indonesia, Pekka Kaihilahti, di Kantor Gubernur Sumut, Medan, guna membahas kerja sama pengolahan sampah menjadi energi listrik. (Foto: Diskominfo Sumut/Fahmi Aulia)

MEDAN, METRODAILY – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menjajaki kerja sama strategis dengan Finlandia dalam pengembangan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).

Langkah tersebut dilakukan untuk mengatasi persoalan sampah sekaligus memperkuat pasokan listrik di berbagai daerah, termasuk wilayah terpencil di Sumut.

Rencana kerja sama itu dibahas saat Bobby menerima audiensi Duta Besar Finlandia untuk Indonesia, Pekka Kaihilahti, di ruang kerjanya, Lantai 10 Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Rabu (17/6/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Bobby menegaskan kebutuhan akan fasilitas PSEL di Sumut semakin mendesak seiring meningkatnya volume sampah dan kebutuhan energi yang terus bertambah.

Saat ini, kata Bobby, pembangunan proyek PSEL berkapasitas 15 megawatt (MW) untuk melayani Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang tengah berjalan. Namun, Pemprov Sumut ingin memperluas pengembangan teknologi serupa ke berbagai daerah lain.

"Oleh karena itu, kami berharap Finlandia dapat mendukung program pembangunan PSEL di Sumut. Kami berharap bisa menjalin kerja sama dengan skala yang sama maupun lebih kecil di sejumlah wilayah," ujar Bobby.

Menurutnya, keberadaan PSEL tidak hanya menjadi solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan, tetapi juga mampu menghasilkan energi listrik yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Terlebih, sejumlah daerah di Sumut masih menghadapi tantangan akses energi akibat kondisi geografis yang cukup luas dan beragam.

Selain membahas sektor energi dan lingkungan, Bobby juga menawarkan peluang kerja sama investasi di bidang hilirisasi industri.

Ia menilai Sumut memiliki potensi besar untuk pengembangan industri berbasis sumber daya alam karena didukung letak strategis di jalur perdagangan internasional Selat Malaka serta ketersediaan komoditas unggulan.

Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah industri kelapa sawit yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk turunan bernilai tambah.

"Kami sangat terbuka terhadap investasi dan pengolahan kelapa sawit. Ini salah satu sektor yang paling potensial di Sumatera Utara," katanya.

Sementara itu, Duta Besar Finlandia untuk Indonesia, Pekka Kaihilahti, menyatakan negaranya siap mendukung pengembangan teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik di Sumut.

Menurut Pekka, Finlandia memiliki pengalaman panjang dalam mengatasi persoalan sampah melalui penerapan teknologi modern yang mampu mengubah limbah menjadi sumber energi.

Ia menjelaskan bahwa saat ini hanya sekitar satu persen sampah di Finlandia yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sementara sisanya diolah melalui berbagai sistem pengelolaan modern, termasuk menjadi energi listrik.

"Finlandia siap memberikan dukungan mulai dari teknologi, sistem penyortiran sampah, hingga edukasi kepada masyarakat agar pengelolaan sampah berjalan optimal," ujar Pekka.

Ia menambahkan, Finlandia telah mengembangkan teknologi modular pengolahan sampah menjadi listrik yang dapat diterapkan dalam berbagai kapasitas.

Teknologi tersebut dinilai cocok diterapkan di Indonesia, termasuk Sumut, karena dapat digunakan untuk wilayah perkotaan maupun daerah terpencil yang memiliki kebutuhan energi lebih kecil.

Menurut Pekka, kondisi geografis Finlandia yang memiliki banyak wilayah terpencar dan karakteristik kepulauan membuat teknologi tersebut relevan untuk diterapkan di Indonesia.

Audiensi tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Sumut Surya serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan hubungan ekonomi antara Sumut dan Finlandia sekaligus mendorong terwujudnya pengelolaan sampah yang lebih modern, ramah lingkungan, dan berkelanjutan di Sumatera Utara. (rel)

Editor : Editor Satu
Duta Besar Finlandia pengolahan sampah sampah menjadi listrik Gubsu Bobby Nasution