Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Lawan Rentenir dan ‘Kewer-Kewer’, Bupati Tapsel Siapkan KUR Nol Persen untuk Petani

Editor Satu • Kamis, 11 Juni 2026 | 13:00 WIB
Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu menghadiri Gerakan Tanam Cabai Merah Sumut Berkah di Desa Bagas Lombang, Kecamatan Sipirok.
Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu menghadiri Gerakan Tanam Cabai Merah Sumut Berkah di Desa Bagas Lombang, Kecamatan Sipirok.

TAPSEL, METRODAILY – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Gus Irawan Pasaribu, menawarkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga nol persen kepada masyarakat, khususnya petani, sebagai solusi permodalan yang aman dan terjangkau.

Program yang bekerja sama dengan Bank Sumut tersebut bertujuan membantu pelaku usaha produktif sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pinjaman berbunga tinggi yang dikenal dengan istilah “kewer-kewer”.

Penawaran program itu disampaikan Bupati saat menghadiri Gerakan Tanam Cabai Merah Sumut Berkah yang digelar di lahan Kelompok Tani Saroha, Desa Bagas Lombang, Kecamatan Sipirok, Selasa (9/6/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Plt Kepala Dinas Pertanian Tapsel M. Taufik Batubara, Camat Sipirok Sahruddin Perwira, penyuluh pertanian, perwakilan Dinas Pertanian Sumatera Utara, serta pimpinan Bank Sumut Cabang Sipirok.

Menurut Gus Irawan, Gerakan Tanam Cabai Merah Sumut Berkah merupakan program pertanian terintegrasi yang dirancang untuk mendukung petani mulai dari penyediaan bibit, sarana produksi, pendampingan budidaya hingga jaminan pemasaran hasil panen melalui skema off taker.

“Saya harap supaya dijalankan secara baik dan bertanggung jawab. Program ini sudah diurus mulai dari A sampai Z. Bibit disiapkan, sarana produksi disiapkan, bahkan pasarnya juga sudah disiapkan,” ujar Gus Irawan.

Ia menegaskan keberhasilan program pertanian menjadi faktor penting dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana yang sebelumnya melanda sejumlah wilayah di Tapanuli Selatan.

Menurutnya, bencana tersebut menyebabkan ribuan hektare lahan pertanian mengalami gagal panen sehingga berdampak terhadap pendapatan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Sebagai bagian dari upaya pemulihan, Pemkab Tapsel bersama pemerintah provinsi dan lembaga keuangan menyiapkan akses pembiayaan yang lebih mudah melalui program KUR bunga nol persen.

“Melalui Bank Sumut disiapkan modal usaha dengan bunga nol persen pada tahun pertama. Ini kesempatan yang harus dimanfaatkan masyarakat untuk bangkit dan meningkatkan kesejahteraan,” katanya.

Selain memberikan akses pembiayaan, Bupati juga mengajak petani menerapkan pola rotasi tanaman guna menjaga kesuburan tanah, mengurangi risiko serangan hama, serta memanfaatkan lahan-lahan yang selama ini belum produktif.

Dalam kesempatan itu, Gus Irawan turut menyinggung keberhasilan budidaya jagung di kawasan Aek Sirara, Kecamatan Batang Toru, yang sebelumnya terdampak banjir. Dari lahan tersebut, petani mampu menghasilkan sekitar 5,5 ton jagung per hektare.

Keberhasilan itu, menurutnya, menjadi bukti bahwa sektor pertanian masih memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi masyarakat apabila didukung pengelolaan yang baik dan akses pembiayaan yang memadai.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pertanian Tapsel M. Taufik Batubara menjelaskan Kelompok Tani Saroha dipilih sebagai penerima Program Sumut Berkah setelah melalui proses seleksi dan rekomendasi dari Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara.

Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi petani di Kabupaten Tapanuli Selatan. (net)

Editor : Editor Satu
#KUR Petani #Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu #rentenir