MADINA, METRODAILY – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terus mempercepat pembangunan Gerai dan Gudang Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai langkah strategis memperkuat ekonomi masyarakat di tingkat desa.
Hingga Mei 2026, pembangunan fisik KDKMP telah berlangsung di 41 desa dan kelurahan yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Mandailing Natal.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Madina, Muktar Afandi Lubis, mengatakan progres pembangunan di masing-masing lokasi berbeda-beda. Sejumlah gerai bahkan telah mendekati tahap penyelesaian.
Baca Juga: DPRD Asahan Desak Pemkab Benahi Sampah, Soroti Potensi Kebocoran PAD Retribusi
“Sampai Mei 2026, pembangunan fisik Gerai dan Gudang Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah berlangsung di 41 lokasi di Kabupaten Mandailing Natal dengan tingkat kemajuan yang beragam,” ujar Muktar Afandi Lubis, Senin (8/6/2026).
Menurutnya, beberapa lokasi mencatat progres pembangunan yang cukup signifikan. KDKMP Sipapaga menjadi yang tertinggi dengan capaian 95 persen, disusul KDKMP Tunas Karya dan Sikara Kara III yang masing-masing telah mencapai sekitar 80 persen.
Sementara itu, sejumlah lokasi lainnya masih berada pada tahap awal pembangunan, mulai dari penggalian pondasi hingga pembangunan struktur dasar bangunan.
Baca Juga: Ratu Sofya Polisikan Produser Film, Klaim Nama Baiknya Dicemarkan
Fandi menegaskan, KDKMP dirancang sebagai pusat penggerak ekonomi kerakyatan yang berbasis desa dan diharapkan mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“KDKMP diharapkan mampu menjadi pusat layanan dasar, memotong rantai tengkulak, serta memastikan pemerataan kesejahteraan masyarakat desa,” katanya.
Selain menjadi pusat aktivitas ekonomi, koperasi tersebut juga akan menyediakan berbagai kebutuhan pokok masyarakat, termasuk sembako dan pupuk bersubsidi dengan harga yang lebih terjangkau.
Baca Juga: Modus Dukun Pengganda Uang, Larikan Emas dan Uang Rp248 Juta Milik Lansia di Samosir
Tak hanya itu, KDKMP juga direncanakan berfungsi sebagai apotek desa yang menyediakan obat-obatan dengan harga ekonomis sehingga akses masyarakat terhadap layanan kesehatan menjadi lebih mudah.
Menurut Fandi, keberadaan koperasi juga diharapkan mampu membantu petani memperoleh harga jual hasil panen yang lebih stabil dengan memperpendek rantai distribusi komoditas dari desa ke pasar.
“Koperasi ini juga diharapkan menyediakan layanan simpan pinjam dan kredit murah agar masyarakat tidak terjerat praktik rentenir,” ujarnya.
Baca Juga: Rampas Motor dan Paksa IRT Masuk Penginapan, Nelayan Asal Madina Ditangkap
Selain sektor ekonomi dan kesehatan, KDKMP nantinya akan berperan sebagai distributor resmi berbagai program bantuan pemerintah. Penyaluran barang subsidi maupun bantuan sosial diharapkan menjadi lebih transparan, tepat sasaran, dan mudah dijangkau masyarakat.
Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM Madina, sejumlah lokasi lainnya juga menunjukkan progres pembangunan yang cukup baik.
KDKMP Sinunukan II telah mencapai 63,5 persen, Sari Kenanga Batahan 60 persen, Tambangan Jae 50 persen, Suka Maju Natal 48 persen, Widodaren 45 persen, Bange 43 persen, serta Lumban Pinasa 42 persen.
Baca Juga: Truk Menyalib Picu Tabrakan Beruntun 4 Kendaraan di Toba, Dua Orang Tewas
Selain itu, KDKMP Batahan III dan Tambiski Nauli masing-masing mencapai 40 persen, Pasar II Natal dan Sinunukan I sebesar 38,6 persen, Sigalapang Julu 35,8 persen, Banua Simanosor 33 persen, serta Pasar Singkuang I mencapai 31,2 persen.
Adapun beberapa lokasi lain masih berada pada tahap penggalian pondasi dan persiapan pembangunan fisik, seperti Sikara Kara I, Kuala Batahan, Pasar III Natal, Rukun Jaya, Huta Padang, Longat, Barbaran Jae, Panunggulan, dan Manuncang.
Pemkab Madina optimistis pembangunan KDKMP yang ditargetkan rampung secara bertahap pada tahun ini akan menjadi fondasi baru dalam memperkuat ekonomi desa, meningkatkan akses layanan masyarakat, serta mendorong kesejahteraan warga di seluruh wilayah Mandailing Natal. (net)
Editor : Editor Satu