Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Dari Lahan Bencana Jadi Ladang Panen, Gus Irawan Panen Jagung Perdana di Batangtoru

Editor Satu • Senin, 8 Juni 2026 | 14:25 WIB
Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu memimpin panen perdana jagung bersama kelompok tani di lahan bekas bencana banjir di Batangtoru.
Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu memimpin panen perdana jagung bersama kelompok tani di lahan bekas bencana banjir di Batangtoru.

TAPSEL, METRODAILY – Lahan bekas bencana banjir bandang di Aek Sirara, Desa Sumuran, Kecamatan Batangtoru, kini kembali produktif. Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu memimpin langsung panen perdana jagung bersama kelompok tani, Kamis (4/6/2026).**

Panen tersebut menjadi penanda kebangkitan sektor pertanian pascabencana sekaligus bagian dari upaya Pemkab Tapsel mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat berbasis produktivitas lahan.

Dalam kegiatan itu, Bupati Gus Irawan didampingi Kepala Dinas Pertanian Taufik Batubara, Camat Batangtoru Mara Tinggi Siregar, serta perwakilan Bank Sumut. Selain panen, pemerintah juga menyerahkan bantuan alat pertanian kepada kelompok tani (Koptan) setempat.

Baca Juga: Gus Irawan Minta ASN Tapsel Jadi Pelopor Perang Melawan Sampah

Bantuan tersebut mencakup mesin perontok jagung, benih padi varietas Inpari 32 sebanyak 2,8 ton untuk 16 kelompok tani, benih jagung 150 kilogram, serta alat uji tanah PUTK dan PUTS untuk Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Napa Batangtoru. 

Pemerintah juga mendorong pengembangan demplot cabai seluas satu hektare di Desa Huta Godang.

Bupati Gus Irawan menegaskan bahwa pemanfaatan lahan secara optimal menjadi kunci peningkatan kesejahteraan petani, terutama di wilayah yang pernah terdampak bencana.

Baca Juga: Pasokan LPG 3 Kg di Tanjungbalai Tembus 6.720 Tabung per Hari, Tapi Kok Langka?

“Jangan ada lagi lahan yang tidur atau tidak produktif. Setiap jengkal harus dimanfaatkan untuk menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat,” ujar Gus Irawan.

Ia menilai komoditas jagung memiliki prospek cepat dalam menopang pendapatan petani karena masa tanamnya relatif singkat, sekitar empat bulan, dibandingkan komoditas perkebunan lain yang membutuhkan waktu lebih lama.

Selain itu, Pemkab Tapsel juga mendorong petani memanfaatkan program pembiayaan pertanian berbunga nol persen yang bekerja sama dengan Bank Sumut untuk memperkuat permodalan usaha tani.

Baca Juga: Dugaan Pungli SKL di SMPN 2 Silau Laut, Siswa Diminta Rp10 Ribu Saat Ambil Surat Kelulusan

“Program ini harus dimanfaatkan. Modal sudah disiapkan, tinggal bagaimana dikelola secara produktif agar hasil panen meningkat dan kesejahteraan petani ikut naik,” katanya.

Dalam dialog bersama petani, Gus Irawan juga menyoroti persoalan data warga terdampak bencana yang belum terakomodasi bantuan. Ia meminta pemerintah kecamatan dan desa segera melakukan verifikasi ulang agar penyaluran bantuan tepat sasaran.

Ketua Kelompok Tani Maju Bersama, Suriadi, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah daerah yang dinilai berperan penting dalam pemulihan lahan pertanian pascabanjir.

Baca Juga: Kabur Usai Tabrak Pemotor hingga Tewas, Sopir Bus Putra Rohil Akhirnya Ditangkap

Menurutnya, panen perdana ini menjadi bukti bahwa lahan yang sempat rusak kini kembali memberikan hasil berkat kerja keras petani dan pendampingan pemerintah. (net)

Editor : Editor Satu
#Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu #panen jagung