Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Disperindag Sumut Temukan Kendala Produksi Minyakita di Simalungun

Editor Satu • Jumat, 22 Mei 2026 | 09:30 WIB
Tim Dinas Perindustrian Perdagangan Energi dan Sumber Daya Mineral Sumatera Utara melakukan monitoring distribusi Minyakita di PT Industri Nabati Lestari, KEK Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun.
Tim Dinas Perindustrian Perdagangan Energi dan Sumber Daya Mineral Sumatera Utara melakukan monitoring distribusi Minyakita di PT Industri Nabati Lestari, KEK Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun.

SIMALUNGUN, METRODAILY – Dinas Perindustrian Perdagangan Energi dan Sumber Daya Mineral Sumatera Utara melakukan monitoring distribusi Minyakita di Kabupaten Simalungun, tepatnya di PT Industri Nabati Lestari yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kecamatan Bosar Maligas.

Monitoring berlangsung selama dua hari, 18-19 Mei 2026, guna memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi minyak goreng subsidi tersebut di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Kepala Disperindag ESDM Sumut, Dedi Jaminsyah Putra Harahap, mengatakan secara umum distribusi Minyakita masih berjalan normal dan stok dalam kondisi aman.

Baca Juga: Gadis Remaja Diperkosa dan Dirampok di Pasar Horas Siantar, Ini Pelakunya

Namun, pihaknya menemukan sejumlah kendala produksi yang berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan dan harga ke depan.

“Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, ketersediaan Minyakita masih mencukupi dan distribusi tetap berjalan. Namun ada beberapa kendala yang perlu menjadi perhatian,” ujar Dedi, Rabu (20/5).

PT INL disebut tetap menjalankan kewajiban sesuai kebijakan pemerintah, termasuk memenuhi ketentuan Domestic Market Obligation (DMO), menjual Minyakita sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), serta melaporkan distribusi melalui sistem Simirah.

Baca Juga: Empat Kali Berturut-Turut, Bosar Maligas Juara Umum MTQ Simalungun

Perusahaan juga menjalankan penugasan pemerintah pusat dalam Program Strategis Nasional untuk menjaga distribusi minyak goreng subsidi.

Dari sisi produksi, PT INL memiliki kapasitas mencapai 4.500 ton per hari yang didukung dua lini produksi masing-masing berkapasitas 2.000 ton dan 2.500 ton per hari. Sementara kapasitas gudang penyimpanan mencapai 500 metrik ton.

Saat monitoring berlangsung, perusahaan tengah melakukan pengemasan sebanyak 36 ribu dus Minyakita yang seluruhnya merupakan pesanan Bulog dan ID FOOD.

Baca Juga: Neymar Cedera Lagi Jelang Piala Dunia 2026, Santos Pastikan Tetap Bela Brasil

“Stok 36 ribu dus tersebut merupakan hasil produksi sejak 15 Mei 2026 dan tinggal menunggu proses serah terima kepada pihak pemesan,” jelas Dedi.

Meski demikian, PT INL mengaku menghadapi sejumlah hambatan produksi dalam dua bulan terakhir, terutama akibat terganggunya pasokan bahan pendukung yang masih bergantung pada impor.

Gangguan rantai pasok global dipicu konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak terhadap distribusi bahan baku produksi. Selain itu, keterbatasan biji plastik dan kemasan kardus turut memperlambat proses pengemasan Minyakita.

Baca Juga: Harry Maguire Syok Dicoret dari Skuad Inggris Piala Dunia 2026

Disperindag ESDM Sumut juga menyoroti dampak kebijakan larangan penggunaan solar subsidi bagi angkutan hasil perkebunan sawit sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014.

Kebijakan tersebut dinilai berpotensi meningkatkan biaya logistik distribusi yang dapat memengaruhi harga Minyakita di tingkat konsumen.

“Kami mencermati kebijakan ini bisa berdampak pada kenaikan biaya distribusi dan logistik,” kata Dedi.

Sejak diberlakukannya Permendag Nomor 43 Tahun 2025, distribusi Minyakita dari PT INL diprioritaskan kepada BUMN seperti Bulog dan ID Food sebagai bagian dari strategi pemerintah menjaga stabilitas harga dan pasokan minyak goreng nasional.

Baca Juga: Lamine Yamal Absen di Dua Laga Awal Piala Dunia 2026, Spanyol Deg-degan!

Disperindag ESDM Sumut memastikan pengawasan terhadap distribusi dan produksi Minyakita akan terus dilakukan guna menjaga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

“Kami akan terus memantau perkembangan di lapangan dan berkoordinasi dengan seluruh pihak agar distribusi tetap lancar,” pungkasnya. (san/smg)

Editor : Editor Satu
#disperindag sumut #Produksi Minyakita