TAPSEL, METRODAILY – Program pembangunan Koperasi Merah Putih Desa dan Kelurahan di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, masih berjalan lambat.
Dari total 212 desa di Tapsel, baru tujuh desa yang mulai membangun koperasi. Sementara dari 36 kelurahan, baru satu kelurahan yang dilaporkan menjalankan proses pembangunan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Tapanuli Selatan, M Yusuf, mengatakan pembangunan koperasi masih berada pada tahap awal.
Baca Juga: Bank Pembangunan Daerah Tetap Tangguh, Aset Tembus Rp1.036 Triliun
“Untuk sementara ini yang terlapor sedang proses pembangunan ada beberapa desa dan satu kelurahan,” ujar Yusuf, Rabu (20/5/2026).
Daftar Desa yang Mulai Bangun Koperasi
Tujuh desa yang mulai menjalankan pembangunan Koperasi Merah Putih yakni:
- Desa Sibadoar, Kecamatan Sipirok
- Desa Pargarutan Dolok, Kecamatan Sipirok
- Desa Batu Godang, Kecamatan Angkola Sangkunur
- Desa Aek Badak Jae, Kecamatan Sayurmatinggi
- Desa Sidapdap Simanosor, Kecamatan Saipar Dolok Hole
- Desa Sipange Siunjam, Kecamatan Sayurmatinggi
- Desa Perkebunan, Kecamatan Angkola Sangkunur
Sementara satu kelurahan yang telah memulai proses pembangunan yakni Kelurahan Simarpinggan.
Baca Juga: Polres Labuhanbatu Libas Polres Labusel di Pekan Olahraga dan Rohani Polda Sumut
Progres Masih Rendah, Belum Ada yang Rampung
Menurut Yusuf, progres pembangunan di sejumlah lokasi tersebut masih tergolong rendah.
Beberapa desa disebut baru mencapai sekitar 20 persen dan belum ada pembangunan koperasi yang selesai sepenuhnya.
“Target tidak ada, sebanyaknya saja,” katanya.
Yusuf menjelaskan salah satu hambatan terbesar dalam pembangunan Koperasi Merah Putih di Tapsel adalah persoalan lahan.
Baca Juga: Kasum TNI Turun ke Tapteng, Tinjau Sabo Dam dan Serahkan Bantuan Sumur Bor
Sementara untuk anggaran pembangunan berasal dari pemerintah pusat melalui Dana Desa yang dipotong langsung untuk mendukung program tersebut.
Program Strategis Pemerintahan Prabowo
Program Koperasi Merah Putih merupakan bagian dari kebijakan pemerintahan Prabowo Subianto yang bertujuan memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis desa dan kelurahan.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat desa melalui penguatan sektor koperasi dan usaha produktif masyarakat. (net)
Editor : Editor Satu