Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Stok Beras Nasional Tembus Rekor 5,37 Juta Ton: Aman Hadapi Kemarau

Editor Satu • Kamis, 21 Mei 2026 | 08:20 WIB
Presiden Prabowo Subianto meninjau stok beras saat sidak di Gudang Bulog Danurejo, Magelang, untuk memastikan ketersediaan pangan nasional.
Presiden Prabowo Subianto meninjau stok beras saat sidak di Gudang Bulog Danurejo, Magelang, untuk memastikan ketersediaan pangan nasional.

JAKARTA, METRODAILY – Pemerintah memastikan cadangan beras nasional berada dalam kondisi aman dengan capaian stok mencapai 5,37 juta ton.

Angka tersebut disebut sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia dan cukup untuk menghadapi ancaman musim kemarau.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengatakan, serapan beras periode Januari hingga 18 Mei 2026 mencapai 2,8 juta ton. Capaian itu turut mendorong kenaikan stok nasional secara signifikan.

Baca Juga: Polisi Jadi Sahabat Anak, Satlantas Polres Siantar Edukasi 110 Murid SD Methodist

“Serapan beras Januari hingga 18 Mei mencapai 2,8 juta ton dan stok nasional mencapai 5,37 juta ton. Ini merupakan stok tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia,” kata Sudaryono dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Ia menilai, capaian tersebut mencerminkan penguatan ketahanan pangan nasional di tengah tekanan global, termasuk perubahan iklim dan dinamika geopolitik dunia.

Menurut Sudaryono, pemerintah terus memperkuat kemandirian pangan melalui optimalisasi penyerapan gabah petani, penguatan cadangan beras pemerintah, serta perlindungan terhadap produksi dalam negeri.

Baca Juga: Polres Siantar Salurkan Bantuan untuk Anak Stunting di Siantar Marihat

“Indonesia terus memperkuat kemandirian pangan nasional agar kebutuhan masyarakat tetap terjamin dalam kondisi apa pun,” ujarnya.

Sudaryono yang juga Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menyebutkan, produksi beras nasional 2025 mencapai 34,69 juta ton, atau meningkat 13,29 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Ia menegaskan, kenaikan produksi tersebut tidak terlepas dari dukungan kebijakan pemerintah, DPR RI, serta kontribusi petani di seluruh daerah.

“Produksi beras tahun 2025 mencapai 34,69 juta ton atau naik 13,29 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” jelasnya.

Baca Juga: Neymar Nangis Berjam-jam Usai Dipanggil Brasil ke Piala Dunia 2026

Meski stok saat ini tergolong tinggi, pemerintah tetap mewaspadai potensi dampak musim kemarau panjang 2026. Berdasarkan prediksi BMKG, kemarau telah mulai terjadi sejak April di Nusa Tenggara dan diperkirakan meluas dengan puncak pada Agustus.

Untuk mengantisipasi risiko tersebut, pemerintah memperkuat kebijakan cadangan pangan nasional melalui Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Gabah Beras Dalam Negeri serta Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah 2026–2029.

Dalam kebijakan itu, Perum Bulog ditargetkan menyerap gabah setara 4 juta ton beras dengan harga pembelian gabah kering panen (GKP) Rp6.500 per kilogram di tingkat petani.

Baca Juga: Haaland Kesal Man City Gagal Juara Liga Inggris, Akui Arsenal Lebih Layak

Di sisi lain, harga gabah di tingkat petani saat ini tercatat rata-rata Rp6.815 per kilogram, atau 4,85 persen di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

Kementerian Pertanian optimistis target serapan dapat tercapai, seiring masih tingginya potensi panen nasional dalam beberapa bulan ke depan.

Pada Mei 2026, potensi panen diperkirakan mencapai 929 ribu hektare atau setara 2,75 juta ton beras, sementara Juni mencapai 841 ribu hektare atau 2,47 juta ton beras. (jp)

Editor : Editor Satu
#stok beras aman #el nino #kemarau