MEDAN, METRODAILY – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) memperkuat langkah mitigasi menghadapi ancaman El Nino yang berpotensi mengganggu sektor pertanian.
Sejumlah langkah antisipasi disiapkan untuk menjaga produksi pangan tetap stabil.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut, Yusfahri Perangin-Angin, mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai strategi menghadapi dampak kekeringan akibat fenomena iklim tersebut.
“Kita sudah menyiapkan antisipasi dan upaya untuk menjaga produksi pangan,” ujar Yusfahri dalam temu pers di Lobby Dekranasda Kantor Gubernur Sumut, Medan, Rabu (20/5/2026).
Salah satu langkah utama adalah penguatan Brigade Proteksi Tanaman yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Sumut. Tim ini berfungsi sebagai unit reaksi cepat dalam menangani gangguan tanaman akibat cuaca ekstrem.
“Kita memiliki Brigade Proteksi Tanaman, ada enam brigade yang mencakup seluruh wilayah Sumut. Ini seperti pemadam kebakaran, siap siaga. Termasuk saat banjir, mereka juga turun agar tanaman tidak rusak,” jelasnya.
Selain itu, Pemprov Sumut telah menyalurkan sekitar 2.500 unit pompa air sepanjang 2024–2025 sebagai dukungan menghadapi potensi kekeringan.
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari peringatan dini (early warning system) Kementerian Pertanian terkait dampak El Nino terhadap produksi pangan nasional.
“Artinya ini bentuk kesiapsiagaan kita, 2.500 pompa sudah kita salurkan,” kata Yusfahri.
Ia menegaskan seluruh bantuan tersebut kini terus dipantau agar dapat dimanfaatkan optimal oleh petani di lapangan, terutama saat kondisi cuaca ekstrem terjadi.
Pemprov Sumut berharap rangkaian mitigasi ini mampu menjaga stabilitas produksi pangan sehingga ketersediaan bahan pangan masyarakat tetap aman meski terjadi perubahan iklim ekstrem. (rel)
Editor : Editor Satu