Pemprov Sumut Jamin Stok Minyakita Aman, Harga Mulai Stabil di Pasaran

Editor Satu • Dipublikasikan Rabu, 20 Mei 2026 | 09:05 WIB
Muhammad Bobby Afif Nasution didampingi Kepala Disperindag dan ESDM Sumut Dedi Jaminsyah Putra Harahap meninjau harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar tradisional Kota Medan.
Muhammad Bobby Afif Nasution didampingi Kepala Disperindag dan ESDM Sumut Dedi Jaminsyah Putra Harahap meninjau harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar tradisional Kota Medan.

MEDAN, METRODAILY – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memastikan stok dan distribusi Minyakita di berbagai daerah tetap aman.

Pemprov Sumut juga menyebut harga minyak goreng subsidi tersebut mulai stabil setelah dilakukan pengawasan dan percepatan distribusi ke pasar.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumatera Utara sekaligus Kepala Dinas ESDM Sumut Dedi Jaminsyah Putra Harahap mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti arahan Gubernur Sumut untuk memastikan penyaluran Minyakita berjalan cepat, tepat sasaran, dan terkendali.

“Kita sudah menindaklanjuti arahan dari Bapak Gubernur Sumut untuk memastikan distribusi Minyakita berjalan cepat, tepat sasaran, dan terkendali,” ujar Dedi, Selasa (19/5/2026).

Menurutnya, Pemprov Sumut telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari Satgas Pangan Polda Sumut, Biro Perekonomian Setdaprov Sumut, Perum Bulog Kanwil Sumut, ID Food, hingga produsen dan distributor Minyakita.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi kelangkaan maupun lonjakan harga di lapangan.

“Kalau ada potensi kelangkaan atau kenaikan harga, semua pihak harus bergerak bersama, mulai dari produsen hingga pengelola distribusi,” katanya.

Dedi menjelaskan, stok Minyakita di gudang Bulog Sumut saat ini mencapai 100 ribu liter dengan harga suplai Rp14.500 per liter untuk seluruh wilayah Sumatera Utara.

Meski distribusi ke wilayah kepulauan seperti Nias dan Gunungsitoli masih menghadapi kendala logistik dan biaya pengiriman, Pemprov memastikan pasokan tetap tersedia.

“Kami menekankan agar distribusi tidak berhenti di tingkat tertentu. Minyakita harus sampai ke pasar-pasar pantauan agar benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Pemprov Sumut juga memperkuat pengawasan terhadap distribusi dan penjualan yang dinilai tidak sesuai aturan karena berpotensi memicu kelangkaan dan ketidakstabilan harga.

Selain itu, pemerintah akan melakukan sinkronisasi data antara jumlah Minyakita yang masuk ke Bulog dan yang disalurkan ke pasar guna memastikan distribusi berjalan merata.

Sementara itu, produsen diminta tetap menjalankan kewajiban memasok 35 persen Minyakita kepada BUMN pangan dan menyalurkan 65 persen lainnya ke pasar sesuai kebutuhan masyarakat.

Bulog dan ID Food juga diminta menyusun jadwal distribusi agar tidak terjadi penumpukan stok di wilayah tertentu.

“Kami akan terus menjaga ketersediaan Minyakita dan memastikan masyarakat memperoleh minyak goreng dengan harga wajar,” ujar Dedi. (rel)

Editor : Editor Satu
stok minyakita harga pangan pemprov sumut