Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Bank Sumut jadi Motor Digitalisasi Retribusi Pasar Horas, Pembayaran Kini Siap Gunakan QRIS

Metro-Esa • Rabu, 13 Mei 2026 | 10:46 WIB
Pihak Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar saat diskusi lanjutan di Pasar Horas.
Pihak Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar saat diskusi lanjutan di Pasar Horas.


SIANTAR, METRODAILY - Bank Sumut terus menunjukkan peran strategisnya dalam mendorong transformasi digital di Sumatera Utara (Sumut).

Kali ini, bank kebanggaan masyarakat Sumut itu menjadi mitra utama dalam percepatan implementasi pembayaran retribusi pasar berbasis QRIS di Pasar Horas Kota Pematangsiantar.

Penguatan kolaborasi tersebut dibahas dalam diskusi lanjutan yang digelar bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar, Selasa (12/5/2026).

Dalam pertemuan itu, Bank Sumut Cabang Pematangsiantar mengambil peran penting dalam menyiapkan infrastruktur dan sistem transaksi agar pembayaran retribusi di Pasar Horas dapat dilakukan secara non-tunai dengan cepat dan efisien.

Baca Juga: Prabowo akan Resmikan Bank Emas Indonesia 26 Februari: Pertama dalam Sejarah RI

Implementasi QRIS ini dirancang untuk memudahkan pedagang di Gedung 1 hingga Gedung 4 (Balerong) Pasar Horas dalam membayar retribusi tanpa perlu menggunakan uang tunai.

Kepala Unit Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran KPwBI Pematangsiantar, Muhammad Fauzan Robbani, menjelaskan bahwa beberapa aspek yang menjadi fokus penguatan meliputi penyediaan QRIS statis dan dinamis, dukungan mesin EDC, printer thermal, hingga sistem settlement real-time.

“Keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi semua pihak, terutama peran Bank Sumut sebagai mitra perbankan yang menyediakan layanan transaksi digital,” ujarnya.

Sebagai bank daerah yang terus berinovasi, Bank Sumut juga akan mendukung edukasi kepada pedagang serta pelatihan bagi petugas pemungut retribusi agar proses adaptasi pembayaran digital berjalan lancar.

Langkah ini diharapkan mampu menciptakan sistem pembayaran yang lebih praktis, transparan, dan akuntabel, sekaligus meminimalkan potensi kebocoran penerimaan daerah.

Digitalisasi retribusi pasar ini juga menjadi bagian dari upaya memperluas penggunaan QRIS di sektor perdagangan rakyat, sehingga para pedagang tradisional dapat ikut merasakan manfaat transformasi digital.

Dengan keterlibatan aktif Bank Sumut, Pasar Horas diharapkan menjadi salah satu contoh sukses penerapan pembayaran digital di pasar tradisional, sekaligus memperkuat posisi Pematangsiantar sebagai kota yang adaptif terhadap perkembangan teknologi keuangan. (rel)



Editor : Metro-Esa
#digital #Bank Indionesia #Pasar Horas