Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

OJK Sumut Dorong Skema SEJAGAT, Pembiayaan Jagung Tapsel Tembus Rp716,5 Miliar

Editor Satu • Jumat, 8 Mei 2026 | 14:50 WIB
Kepala OJK Sumut, Khoirul Muttaqien bersama Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu menghadiri penandatanganan kerja sama pengembangan sektor jagung melalui skema SEJAGAT di Kantor Bupati Tapanuli Selatan, Rabu (6/5/2026).
Kepala OJK Sumut, Khoirul Muttaqien bersama Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu menghadiri penandatanganan kerja sama pengembangan sektor jagung melalui skema SEJAGAT di Kantor Bupati Tapanuli Selatan, Rabu (6/5/2026).

TAPSEL, METRODAILY – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara mendorong penguatan skema Sejagat (Perkebunan Jagung Rakyat Tangguh) guna memperluas pembiayaan sektor jagung di Kabupaten Tapanuli Selatan. Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat ketahanan pangan, mengendalikan inflasi, serta mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah.

Hal tersebut disampaikan Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara, Khoirul Muttaqien dalam kegiatan penandatanganan perjanjian kerja sama pengembangan sektor jagung di Kantor Bupati Tapanuli Selatan, Rabu (6/5/2026).

Khoirul mengatakan, kegiatan tersebut menjadi momentum penting memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, sektor jasa keuangan, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya dalam membangun ekosistem ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Baca Juga: Wakil Wali Kota Tanjungbalai Tinjau 2 Dapur SPPG, Pastikan Sesuai Standar BGN

“OJK mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan atas inisiasi kegiatan strategis ini sebagai wadah memperkuat sinkronisasi, sinergi, dan kolaborasi dalam pengendalian inflasi, percepatan digitalisasi daerah, serta penguatan ekonomi daerah,” ujar Khoirul.

Menurutnya, pengembangan komoditas jagung memiliki posisi strategis karena berkaitan langsung dengan ketahanan pangan, pengendalian inflasi, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, dukungan pembiayaan dari sektor jasa keuangan diharapkan mampu memperluas akses modal bagi petani dan pelaku UMKM, termasuk melalui optimalisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor pertanian.

OJK juga menegaskan komitmennya dalam mendukung Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) sebagai bagian dari kontribusi sektor jasa keuangan terhadap transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045.

Baca Juga: Digerebek Sat Narkoba, 4 Pria Positif Sabu di Batubara

Dalam kesempatan itu, Khoirul menyebut skema SEJAGAT merupakan langkah progresif untuk memperkuat sektor perkebunan jagung rakyat di Tapanuli Selatan. Melalui kolaborasi antara kelompok tani, perbankan, dan offtaker, skema tersebut diharapkan mampu memperluas akses pembiayaan sekaligus mendorong praktik perkebunan yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Selain itu, program tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil jagung melalui dukungan input produksi serta pendampingan teknis dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan bersama para pemangku kepentingan terkait.

Berdasarkan data OJK, outstanding kredit jagung di Sumatera Utara meningkat signifikan dari sekitar Rp276,37 miliar pada Desember 2020 menjadi sekitar Rp716,5 miliar pada Maret 2026. Hampir seluruh pembiayaan tersebut disalurkan kepada pelaku UMKM.

Baca Juga: 6 Begal Sadis Dibekuk di Kisaran, Polisi Ungkap Komplotan Sudah Beraksi di 20 Titik

Meski demikian, OJK menilai penetrasi pembiayaan sektor jagung masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar, termasuk di Kabupaten Tapanuli Selatan.

Sementara itu, Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu menegaskan pentingnya memperkuat ketahanan ekonomi daerah di tengah dinamika global yang penuh tantangan.

“Kita tidak bisa mengendalikan geopolitik dunia, tetapi kita bisa memperkuat fondasi ekonomi daerah melalui kebijakan yang tepat dan kolaborasi yang kuat,” kata Gus Irawan.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dilakukan antara Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dengan sejumlah pihak, yakni Bank Sumut Cabang Sipirok, Perum Bulog Kantor Cabang Padangsidimpuan, BPJS Ketenagakerjaan Padangsidimpuan, serta kelompok tani Suka Bersama, Cinta Damai, dan Setia Kawan.

Baca Juga: Kasus Korupsi Smart Village Rp1,7 Miliar, Kejari Madina Periksa Massal Kades dan Camat

Melalui kerja sama tersebut, pengembangan komoditas jagung di Tapanuli Selatan diharapkan semakin terintegrasi mulai dari pembiayaan, pendampingan, penguatan ekosistem usaha, hingga kepastian pasar sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi petani dan perekonomian daerah secara berkelanjutan.

Editor : Editor Satu
#skema sejagat #OJK Sumut