Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Ekonomi Sumut 2025 Tumbuh Positif, Tapi OJK Ingatkan Tekanan Kredit Bermasalah

Editor Satu • Senin, 4 Mei 2026 | 14:50 WIB
Paparan OJK dalam pertemuan di Batam terkait aturan baru dan pengawasan aset kripto serta aset keuangan digital di Indonesia.
Foto bersama usai narasumber dari OJK memaparkan kinerja sektor keuangan Sumatera Utara dalam kegiatan media gathering di Batam, 29 April 2026.

BATAM, METRODAILY – Pertumbuhan ekonomi Sumatra Utara sepanjang 2025 menunjukkan kinerja positif, ditopang sektor transportasi dan ekspor. Namun di balik capaian tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan adanya risiko serius terhadap stabilitas keuangan daerah.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara, Khoirul Muttaqien, dalam pemaparannya pada kegiatan media gathering di Batam, 30 April 2026, mengungkap rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) perbankan di Sumut melonjak hingga 10,58 persen, jauh di atas ambang batas sehat industri perbankan.

Angka tersebut menjadi indikator melemahnya kualitas pembiayaan di tengah pertumbuhan ekonomi yang relatif kuat.

Baca Juga: Gara-gara Tempat Tidur, Pria Ini Bacok Rekan Kerja Pakai Parang

Kinerja ekonomi Sumut sepanjang 2025 didorong oleh meningkatnya aktivitas transportasi dan ekspor. Mobilitas barang dan perdagangan yang tinggi menjadi motor utama pertumbuhan regional.

Namun, pertumbuhan ini belum sepenuhnya diikuti oleh ketahanan sektor keuangan, khususnya pada kualitas kredit perbankan.

Kredit Tumbuh, Tapi Kualitas Tertekan

Di sektor perbankan, khususnya Bank Perkreditan Rakyat dan BPR Syariah (BPR/S), tercatat:

Baca Juga: Diburu Berbulan-bulan, Pelaku Curanmor Tebingtinggi Ditangkap di Medan

Kondisi ini mengindikasikan tekanan pada debitur, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang rentan terhadap fluktuasi ekonomi.

Lonjakan Gadai, Sinyal Tekanan Likuiditas

Di sektor pembiayaan berbasis gadai, terjadi peningkatan signifikan:

Lonjakan ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap akses dana cepat. Namun di sisi lain, kondisi ini juga menjadi sinyal adanya tekanan likuiditas di tingkat rumah tangga dan pelaku usaha.

Baca Juga: OJK Beberkan Aturan Baru Kripto 2026, Risiko Tinggi hingga 1.464 Aset Resmi Diawasi

Asuransi Melemah, Premi Turun Tajam

Sektor asuransi justru menunjukkan pelemahan:

Penurunan premi menunjukkan melemahnya minat masyarakat terhadap perlindungan risiko. Meski demikian, terdapat sedikit optimisme dengan pertumbuhan 5,10 persen pada beberapa lini usaha.

Untuk merespons kondisi tersebut, OJK bersama pemangku kepentingan memperkuat program literasi keuangan.

Sepanjang Januari hingga Maret 2026:

Baca Juga: Angkut 3 Kg Ganja Naik Becak, Parbetor dan Seorang Wanita Diamankan di Tapsel

Program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) menjadi instrumen utama dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan dan risiko.

Meski ekonomi tumbuh, kombinasi antara tingginya NPL, lonjakan gadai, dan turunnya premi asuransi menunjukkan adanya tekanan struktural di sektor keuangan.

OJK menilai penguatan literasi dan kehati-hatian dalam penyaluran kredit menjadi kunci untuk menjaga stabilitas ke depan.

Jika tidak diantisipasi, ketidakseimbangan ini berpotensi mengganggu keberlanjutan pertumbuhan ekonomi di Sumatra Utara. (mea)

Editor : Editor Satu
#ojk #otoritas jasa keuangan #OJK Sumut