Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Minyakita Masih Langka di Sumut, Produsen Diminta Buka Data Stok

Editor Satu • Rabu, 29 April 2026 | 10:40 WIB
Disperindag dan ESDM Sumut bersama Bulog dan produsen menggelar rapat koordinasi terkait kelangkaan Minyakita di Medan.
Disperindag dan ESDM Sumut bersama Bulog dan produsen menggelar rapat koordinasi terkait kelangkaan Minyakita di Medan.

MEDAN, METRODAILY – Kelangkaan minyak goreng kemasan sederhana merek Minyakita masih terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Utara (Sumut). Pemerintah Provinsi Sumut pun mendesak percepatan distribusi serta transparansi pasokan dari produsen.

Hal itu mengemuka dalam rapat koordinasi yang digelar di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Selasa (28/4/2026), melibatkan Perum Bulog, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan ESDM Sumut, serta sekitar 20 produsen minyak goreng.

Kepala Kanwil Bulog Sumut, Budi Cahyanto, mengungkapkan kelangkaan masih dirasakan masyarakat meski secara nasional stok disebut aman.

Baca Juga: Ratusan Nasabah Demo BNI Siantar, Dana Rp4,2 M Diduga Raib dalam Modus Koperasi

Menurutnya, persoalan utama terletak pada distribusi yang belum merata. Ia menekankan pentingnya keterbukaan data dari produsen terkait alokasi pasokan.

“Alokasi 35 persen untuk Bulog harus jelas berapa kuantumnya dari masing-masing pabrik,” ujarnya.

Saat ini, sekitar 65 persen distribusi masih dikuasai produsen melalui jalur distributor lini pertama (D1). Porsi tersebut dinilai perlu segera didorong ke pasar untuk mengatasi kelangkaan.

Baca Juga: Atasi Pengangguran Sumut, Pemda Didorong Maksimalkan KEK Sei Mangkei

Di sisi lain, stok Bulog untuk wilayah Sumut baru sekitar 400.000 liter, jumlah yang dinilai belum mencukupi kebutuhan masyarakat secara luas.

“Perlu tambahan pasokan dari alokasi produsen agar distribusi lebih optimal,” tambah Budi.

Ia juga menyoroti kebijakan distribusi lintas daerah yang membuat pasokan di Sumut berkurang, meski provinsi ini merupakan salah satu sentra produksi kelapa sawit nasional.

Selain kelangkaan, harga Minyakita di sejumlah daerah seperti Samosir masih melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET). Tingginya biaya distribusi ke wilayah terpencil menjadi salah satu penyebab.

Baca Juga: Dua Ruas Jalan Simalungun Dipantau Tim Gabungan, Hasilnya: Layak Dilintasi

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan ESDM Sumut, Dedi Jaminsyah Putra Harahap, menegaskan pihaknya akan memperketat pengawasan distribusi bersama Bulog.

“Kolaborasi dengan Bulog menjadi kunci agar distribusi Minyakita menjangkau seluruh wilayah Sumut,” tegasnya.

Pemerintah juga akan terus mendorong produsen untuk menyalurkan pasokan sesuai ketentuan guna menekan kelangkaan dan menstabilkan harga di pasaran. (Net)

Editor : Editor Satu
#minyakita langka #produsen minyak #bulog sumut