MADINA, METRODAILY – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) resmi menjalin kerja sama dengan Universitas Medan Area (UMA) melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Action (MoA) terkait pengembangan komoditas pisang kepok.
Penandatanganan berlangsung di Aula Kantor Bupati Madina, Kompleks Perkantoran Payaloting, Panyabungan, Selasa (28/4/2026), sebagai tindak lanjut dari sejumlah pertemuan sebelumnya antara kedua pihak.
Bupati Madina, Saipullah Nasution, mengatakan kerja sama ini merupakan bagian dari upaya mengembalikan kejayaan pisang kepok sebagai komoditas unggulan daerah.
Baca Juga: 3 Calhaj Tapsel Tertunda Berangkat karena Sakit, 127 Jamaah Dilepas
Menurutnya, kolaborasi tersebut dirancang secara komprehensif dari hulu hingga hilir, termasuk hilirisasi produk dan peningkatan nilai tambah bagi petani.
“MoU ini menjadi pintu kolaborasi. Kita dorong hilirisasi pisang kepok, mulai dari pengolahan menjadi tepung, keripik, sale hingga pakan ternak agar nilai ekonominya meningkat,” ujarnya.
Selain aspek produksi, kerja sama ini juga menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya bagi aparatur teknis dan petani.
Baca Juga: 121 Paket Makan Bergizi Gratis Dibagikan di TK Nazareth Siantar
Saipullah meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), terutama Dinas Pertanian, untuk mendukung penuh program tersebut agar menjadi unggulan daerah yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.
Sementara itu, perwakilan rektor UMA, Retno Astuti, menyampaikan bahwa kerja sama ini sejalan dengan tiga pilar utama perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Ia berharap program ini memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya petani di Madina, sekaligus menjadi langkah awal menuju pengembangan kawasan Agro Edupark berbasis pisang.
Baca Juga: FLS3N 2026 Siantar-Simalungun Pertandingkan 16 Cabang Lomba, Ratusan Siswa Berebut Tiket
“Kami berterima kasih atas dukungan Pemkab Madina yang telah memberikan kesempatan dan fasilitas untuk pelaksanaan program ini,” ujarnya.
Kepala Dinas Pertanian Madina, Taufik Zulhandra Ritonga, menambahkan bahwa kerja sama ini merupakan inisiasi langsung dari Bupati guna mengangkat kembali komoditas pisang kepok yang sempat berjaya.
Ia menjelaskan, dalam dua dekade terakhir produksi pisang kepok di Madina mengalami penurunan signifikan akibat serangan hama dan penyakit, sehingga diperlukan pendampingan dari kalangan akademisi.
Baca Juga: Sepekan ke Depan Sumut Berpotensi Hujan Lebat, Warga Diminta Waspada
“Karena itu kita menggandeng tim ahli dari UMA agar hasilnya bisa dikembangkan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” katanya.
Menurutnya, ruang lingkup kerja sama ini mencakup pendampingan teknis hingga pengembangan komoditas turunan lainnya di masa mendatang.
Usai penandatanganan, Zulkarnain Lubis memaparkan hasil identifikasi awal kondisi tanah yang akan menjadi dasar penelitian lanjutan di laboratorium sebelum menentukan langkah pengembangan berikutnya. (Net)
Editor : Editor Satu