Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Harga MinyaKita di Palas Tembus Rp26 Ribu, Jauh di Atas HET

Editor Satu • Senin, 27 April 2026 | 14:00 WIB
MinyaKita yang dijual di pasaran dengan harga mencapai Rp26.000 per liter di wilayah Kabupaten Padang Lawas.
MinyaKita yang dijual di pasaran dengan harga mencapai Rp26.000 per liter di wilayah Kabupaten Padang Lawas.

PALAS, METRODAILY – Harga minyak goreng subsidi MinyaKita di Kabupaten Padang Lawas (Palas) melonjak tajam hingga menembus Rp26.000 per liter, jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter.

Kenaikan harga ini terpantau di sejumlah kecamatan dan dinilai semakin memberatkan masyarakat, khususnya kalangan berpenghasilan rendah yang selama ini mengandalkan MinyaKita sebagai alternatif minyak goreng terjangkau.

Di Kecamatan Barumun, harga MinyaKita mencapai Rp25.000 hingga Rp26.000 per liter, naik signifikan dari sebelumnya sekitar Rp18.000 per liter. Sementara di Kecamatan Huristak, harga berkisar Rp22.000 hingga Rp25.000 per liter, dan di Kecamatan Sosa Timur mencapai Rp23.000 hingga Rp25.000 per liter.

Baca Juga: 130 Calhaj Tapsel Berangkat ke Tanah Suci, Pelepasan di Sipirok

Lonjakan harga yang terjadi dalam tiga bulan terakhir ini memicu keresahan warga dan menjadi isu krusial yang berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat.

Sejumlah pihak pun mendesak Pemerintah Kabupaten Padang Lawas agar segera mengambil langkah cepat untuk menstabilkan harga serta memastikan distribusi minyak goreng subsidi berjalan sesuai ketentuan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Padang Lawas, Wyldan Ansyori Hasibuan, saat dikonfirmasi, Sabtu (25/4/2026), belum memberikan penjelasan rinci terkait lonjakan harga tersebut.

Baca Juga: Kasus Smart Village Rp1,7 Miliar di Madina, Kejari Kumpulkan Bukti Tambahan

Ia hanya merespons singkat melalui pesan WhatsApp dengan mengirimkan foto aktivitas di warung kelontong disertai keterangan, “Gambar bercerita jolo da pertanyaan mi,” yang berarti “biarkan gambar yang menjelaskan terlebih dahulu.”

Hingga kini, belum ada keterangan resmi terkait langkah konkret pemerintah daerah dalam mengendalikan harga MinyaKita di pasaran. (net)

 

Editor : Editor Satu
#harga minyakita #Di atas HET