KARO, METRODAILY — Kelangkaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dikeluhkan para petani di tengah masa pemupukan. Sejumlah petani bahkan mendatangi DPRD Karo untuk menyampaikan aspirasi terkait sulitnya memperoleh pupuk di lapangan.
Desakan juga datang dari anggota DPRD Karo, Raja Mahesa Tarigan, yang meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat mengingat sektor pertanian menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat setempat.
Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Karo melalui Kabag Perekonomian Setdakab, Sari br Ginting, menyatakan telah berkoordinasi dengan PT Pupuk Indonesia (Persero).
Baca Juga: Gubernur Bobby Nasution Lepas 1 Ton Cabai ke Palangka Raya, Harga Petani Karo Terdongkrak
Ia merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 yang menegaskan BUMN pupuk bertanggung jawab atas penyaluran pupuk bersubsidi hingga ke titik serah.
Dinas Pertanian Surati Pupuk Indonesia
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karo, Mikhael Purba, mengungkapkan pihaknya telah menyurati Pupuk Indonesia sejak 8 April 2026 agar segera menyalurkan pupuk sesuai alokasi kebutuhan tahun ini.
Ia menegaskan pentingnya penerapan prinsip 7 tepat dalam distribusi pupuk subsidi, yaitu:
- Tepat waktu
- Tepat jumlah
- Tepat jenis
- Tepat tempat
- Tepat mutu
- Tepat harga
- Tepat sasaran
Baca Juga: 10 Rumah Kosong di Komplek PT ADEI Tebingtinggi Terbakar, Polisi Selidiki Sumber Api
Penyebab: Gangguan Produksi hingga Banjir Aceh
Hasil rapat dengar pendapat (RDP) dengan Pupuk Indonesia pada 10 April 2026 mengungkap beberapa penyebab utama kelangkaan:
Gangguan produksi di pabrik Pupuk Iskandar Muda akibat banjir di Aceh pada akhir 2025
- Keterbatasan pasokan dari produsen utama di wilayah Sumatera
- Proses distribusi yang masih dalam penyesuaian
Sebagai solusi, Pupuk Indonesia melakukan bantuan stok (banstok) dari produsen lain seperti:
- Pupuk Sriwidjaja Palembang
- Pupuk Kalimantan Timur
- Petrokimia Gresik
Baca Juga: 10 Rumah Kosong di Komplek PT ADEI Tebingtinggi Terbakar, Polisi Selidiki Sumber Api
Distribusi Sudah Mulai Jalan, Tapi Belum Cukup
Dalam periode 13–21 April 2026, telah disalurkan:
- Urea: 2.272 ton
- NPK: 4.023 ton
- Pupuk organik: 950 ton
Namun, jumlah tersebut dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan petani di Karo.
Pasokan Tambahan Segera Masuk
Pemkab Karo juga telah melaporkan kondisi ini ke Direktorat Pupuk dan Pestisida Kementerian Pertanian RI.
Baca Juga: Apresiasi Simulasi Sispamkota, Rico Waas Yakin Polri Siap Hantam Begal di Kota Medan
Rencana tindak lanjut distribusi meliputi:
- Sisa stok urea 884 ton dari Medan (disalurkan ±100 ton/hari)
- Stok NPK 934 ton menunggu kedatangan kapal KM Surya Pioneer (5.000 ton)
- Tambahan 600 ton dari lini produksi setelah pabrik kembali beroperasi
Distribusi tambahan ini diperkirakan mulai berjalan optimal pada akhir April 2026.
Pupuk Indonesia Pastikan Tidak Terkait Ekspor
Sementara itu, perwakilan Pupuk Indonesia Sumut, D. Tambunan, memastikan kelangkaan pupuk tidak terkait dengan isu ekspor pupuk ke luar negeri.
Baca Juga: Hutama Karya Kelola 1.129 Km JTTS, Perkuat Posisi Infrastruktur Nasional
Ia juga menyatakan akan turun langsung ke Kabupaten Karo untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah guna memastikan distribusi pupuk subsidi kembali normal.
Pemerintah Kabupaten Karo berharap pasokan pupuk subsidi dapat segera stabil agar aktivitas pertanian tidak terganggu.
Dengan perbaikan distribusi dan tambahan pasokan, diharapkan kebutuhan petani terpenuhi dan produktivitas pertanian tetap terjaga. (Pmg)
Editor : Editor Satu