MEDAN, METRODAILY — PT Hutama Karya (Persero) terus memperkuat posisinya sebagai raksasa infrastruktur nasional dengan mengelola pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) sepanjang 1.129 kilometer hingga Januari 2026.
Pembangunan tersebut merupakan mandat pemerintah melalui berbagai regulasi, mulai dari Peraturan Presiden Nomor 100 Tahun 2014 hingga Peraturan Presiden Nomor 42 Tahun 2024, dengan total target jaringan tol mencapai sekitar 2.854 kilometer di Pulau Sumatra.
Kepala Regional Sumatra Bagian Utara Hutama Karya, Taufiq Hidayat, menyebut capaian ini menjadi tonggak penting dalam mempercepat konektivitas antarwilayah.
Baca Juga: Serapan Pupuk Subsidi di Sumatera Tembus 683 Ribu Ton, Melonjak 142% di Awal 2026
Dalam lima tahun terakhir, Hutama Karya mencatat tren kinerja keuangan yang positif. Pada 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp25,3 triliun dengan laba bersih sebesar Rp2,83 triliun.
Total aset perusahaan tercatat Rp189,6 triliun dengan ekuitas mencapai Rp140,9 triliun. Sementara itu, utang berbunga berhasil ditekan menjadi Rp29,9 triliun, mencerminkan penguatan struktur keuangan.
Transformasi bisnis juga terus dilakukan, dari kontraktor berbasis proyek menjadi pengembang infrastruktur dan operator jalan tol dengan skema pendapatan berulang (recurring income).
Progres JTTS dan Ruas Strategis
Dari total pembangunan JTTS, sepanjang 970 kilometer telah beroperasi dan 159 kilometer masih dalam tahap konstruksi. Sementara sisanya berada dalam tahap pengembangan.
Baca Juga: OJK Sumut Edukasi 2.000 ASN di Medan, Waspadai Ancaman Pinjol Ilegal hingga Phishing
Sejumlah ruas strategis yang telah beroperasi meliputi:
- Medan–Binjai
- Pekanbaru–Dumai
- Bakauheni–Terbanggi Besar
- Palembang–Indralaya
Di Sumatera Utara, ruas Indrapura–Kisaran, Binjai–Pangkalan Brandan, hingga Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat menjadi tulang punggung konektivitas regional.
Ruas Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat bahkan dinilai sebagai “game changer” karena membuka akses menuju kawasan Danau Toba serta mempercepat distribusi logistik.
Baca Juga: Bank Sumut Permudah Pembelian Tiket Kapal via New Sumut Mobile, Akses Nias Makin Praktis
Regional Sumbagut Kelola 179 Km
Secara khusus, wilayah Regional Sumatra Bagian Utara (Sumbagut) mengelola jalan tol sepanjang 179,375 km.
Rinciannya meliputi:
- Sigli–Banda Aceh (Sibanceh): 74,400 km
- Binjai–Langsa: 57,225 km
- Indrapura–Kisaran: 47,750 km
Dari total tersebut, 153,555 km telah beroperasi dan 25,82 km masih bersifat fungsional.
Peran strategis JTTS juga terlihat saat arus mudik Lebaran 2026. Ruas Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat mencatat lonjakan lalu lintas hingga 172 persen dibanding kondisi normal.
Baca Juga: 86 Paket Sabu Dibongkar di Siantar, Pengedar Ditembak Saat Pengembangan
Selama periode tersebut, sebanyak 622.542 kendaraan melintas di ruas itu, menunjukkan peningkatan mobilitas masyarakat sekaligus efektivitas tol dalam memangkas waktu tempuh.
Pengoperasian JTTS berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi regional, khususnya dalam memperlancar distribusi barang dan jasa di Sumatera.
Hutama Karya juga terus meningkatkan kualitas layanan melalui:
- Penyediaan rest area
- Sistem pembayaran digital
- Fasilitas keselamatan dan komunikasi
Baca Juga: Begal di Dalam Angkot Belawan Dibongkar, Satu Pelaku Ditangkap, Komplotan Masih Diburu
Visi Berkelanjutan Berbasis ESG
Mengusung visi sebagai perusahaan konstruksi berkelanjutan, Hutama Karya mengintegrasikan prinsip ESG (Environmental, Social, Governance) dalam pengembangan bisnis.
Fokus utama meliputi:
- Penguatan kapasitas keuangan
- Transformasi sumber daya manusia
- Digitalisasi layanan
- Budaya keselamatan kerja
Langkah ini menjadi strategi jangka panjang perusahaan untuk menjaga keberlanjutan bisnis sekaligus memberikan dampak ekonomi dan sosial yang luas bagi masyarakat. (Rel)
Editor : Editor Satu