Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Hadapi Ancaman Kekeringan 2026, Bupati Simalungun Usulkan Penguatan Infrastruktur Pertanian

Editor Satu • Rabu, 22 April 2026 | 10:00 WIB
Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih menghadiri Rakornas mitigasi kekeringan di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta.
Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih menghadiri Rakornas mitigasi kekeringan di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta.

JAKARTA, METRODAILY — Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih mengusulkan penguatan infrastruktur pertanian dalam Rapat Koordinasi Nasional Mitigasi Kekeringan Lahan Pertanian 2026 yang digelar di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Senin (20/4/2026).

Rakornas tersebut menjadi langkah strategis pemerintah dalam mengantisipasi potensi kekeringan ekstrem tahun 2026 berdasarkan prediksi BMKG, sekaligus mempercepat program swasembada pangan nasional.

Rapat dipimpin Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang menekankan pentingnya perluasan areal tanam melalui optimasi lahan serta penguatan sistem pompanisasi di lahan tadah hujan.

Baca Juga: 110 Calon Haji Siantar Ditepung Tawar, Pemko Titip Doa untuk Daerah

Mitigasi iklim harus dilakukan secara konkret melalui penyediaan infrastruktur air guna meningkatkan Indeks Pertanaman di tengah cuaca ekstrem,” tegas Amran.

Dalam forum tersebut, Anton Achmad Saragih hadir bersama jajaran Pemkab Simalungun untuk memastikan kesiapan daerah dalam menjalankan kebijakan pusat terkait penanganan dampak perubahan iklim.

Sebagai tindak lanjut, Pemkab Simalungun mengajukan sejumlah usulan teknis yang difokuskan pada tiga sektor utama, yakni penguatan infrastruktur pengairan, peningkatan mekanisasi pertanian, serta pembukaan lahan baru.

Baca Juga: Menu MBG Ditolak Siswa di Asahan, Ikan Mujair Diduga Bau Amis

Pada sektor pengairan, diusulkan pembangunan irigasi perpompaan dan perpipaan, serta pemeliharaan jaringan irigasi tersier. Sementara untuk mendukung efisiensi kerja petani, diajukan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa traktor roda empat dan hand traktor.

Selain itu, Pemkab Simalungun juga merencanakan program cetak sawah baru di sejumlah lokasi yang telah memenuhi syarat teknis.

Langkah ini dinilai penting untuk memperluas areal produksi dan menjaga target swasembada pangan tetap tercapai, meski dihadapkan pada ancaman kekeringan dan perubahan iklim. (Esa)

Editor : Editor Satu
#ancaman kekeringan #infrastruktur pertanian #bupati simalungun