Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Rp12 Triliun untuk Petani, Mentan Amran: Hibah Tanaman Gratis & Irigasi

Editor Satu • Selasa, 21 April 2026 | 12:00 WIB

 

Mentan Amran Sulaiman.
Mentan Amran Sulaiman.

JAKARTA, METRODAILY – Pemerintah menyiapkan anggaran jumbo sebesar Rp12 triliun untuk mendukung sektor pertanian nasional.

Dana tersebut akan disalurkan dalam bentuk hibah tanaman gratis dan pembangunan infrastruktur irigasi bagi petani di seluruh Indonesia.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan hal itu saat mengumpulkan 170 bupati dari berbagai daerah, Senin (20/4).

Amran merinci, sebesar Rp9,95 triliun dialokasikan untuk bantuan hibah tanaman yang akan dibagikan gratis kepada petani. Program ini menargetkan lahan seluas 870 ribu hektare.

Baca Juga: RS Murni Teguh Horas Insani Raih WSO Angels Award Diamond, Layanan Stroke Diakui

“Bantuan ini langsung dari Bapak Presiden, berupa tanaman dan pupuk organik, diberikan secara gratis kepada petani,” ujarnya di Jakarta.

Komoditas yang menjadi sasaran meliputi tebu, kopi, kakao, mente, pala, hingga kelapa—komoditas unggulan yang dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi dan potensi ekspor.

Tambahan Rp3 Triliun untuk Irigasi

Selain hibah tanaman, pemerintah juga menggelontorkan anggaran lebih dari Rp3 triliun untuk penguatan irigasi.

Baca Juga: Puncak Paskah Katolik Siantar 2026 Diwarnai Lukisan The Last Supper, 2.500 Jemaat Hadir

Program ini mencakup pencetakan sawah baru seluas 30 ribu hektare serta program pompanisasi yang menjangkau sekitar 1,5 juta hektare lahan pertanian.

“Totalnya sekitar Rp12 triliun. Kami harap semua berjalan tepat waktu seperti program sebelumnya,” kata Amran.

Tidak Dibagi Rata, Daerah Harus Proaktif

Amran menegaskan, distribusi bantuan tidak dilakukan secara merata. Penyaluran akan mempertimbangkan potensi wilayah serta respons kepala daerah.

Menurutnya, peran aktif bupati menjadi kunci agar program tidak terhambat di lapangan.

Baca Juga: Bermain Hujan, Pelajar 14 Tahun Tewas Disambar Petir di Tapsel

“Kalau kepala daerah tidak responsif, kasihan rakyatnya. Program bisa macet dan dananya bisa ditarik kembali,” tegasnya.

Ia bahkan memastikan, bupati yang hadir langsung dalam pertemuan tersebut berpeluang besar mendapatkan alokasi bantuan.

Dorong Produktivitas dan Ketahanan Pangan

Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Dengan dukungan bibit unggul, pupuk organik, dan sistem irigasi yang memadai, pemerintah menargetkan hasil produksi petani meningkat signifikan dalam dua tahun ke depan. (dtc)

Editor : Editor Satu
#hibah ke petani #hibah tanaman #mentan amran sulaiman