Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Harga LPG Non-Subsidi Resmi Naik 18 April 2026

Editor Satu • Selasa, 21 April 2026 | 08:10 WIB
Pengoplosan gas elpiji-Ilustrasi.
Pengoplosan gas elpiji-Ilustrasi.

METRODAILY - PT Pertamina (Persero) resmi melakukan penyesuaian harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) non-subsidi serta bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang mulai berlaku pada Sabtu, 18 April 2026.

Kebijakan ini menjadi bagian dari penyesuaian harga energi nasional di tengah tekanan global, terutama akibat kenaikan harga minyak dunia yang dipicu ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Dalam surat edaran resmi kepada agen, Pertamina menyampaikan bahwa harga baru LPG non-PSO (Public Service Obligation) kemasan ritel berlaku mulai 18 April 2026 hingga ada kebijakan lanjutan.

Dengan demikian, harga sebelumnya sejak November 2025 tidak lagi digunakan.

Kenaikan LPG Non-Subsidi

Penyesuaian harga paling signifikan terjadi pada produk Bright Gas yang banyak digunakan rumah tangga perkotaan:

  • Bright Gas 12 kg (refill): Rp248.000 (sebelumnya Rp192.000)
  • Bright Gas 12 kg (tabung + isi): Rp762.000
  • Bright Gas 5,5 kg (refill): Rp127.000 (sebelumnya Rp90.000)
  • Bright Gas 5,5 kg (tabung + isi): Rp410.000
  • Elpiji 12 kg (refill): Rp762.000

Kenaikan tersebut menunjukkan lonjakan harga yang cukup tajam dalam waktu singkat, terutama bagi pengguna LPG non-subsidi di wilayah perkotaan.

BBM Non-Subsidi Ikut Naik

Selain LPG, harga BBM non-subsidi juga mengalami kenaikan signifikan:

  • Pertamax Turbo: Rp19.400/liter (sebelumnya Rp13.100)
  • Dexlite: Rp23.600/liter (sebelumnya Rp14.200)
  • Pertamina Dex: Rp23.900/liter (sebelumnya Rp14.500)

Kenaikan ini mencerminkan dampak langsung fluktuasi harga minyak mentah dunia yang masih tidak stabil.

Penyesuaian harga energi ini diperkirakan berpotensi memicu efek berantai, mulai dari peningkatan biaya rumah tangga hingga ongkos distribusi barang dan jasa.

Masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam penggunaan energi serta memantau pembaruan harga melalui kanal resmi seperti aplikasi MyPertamina. (jp)

Editor : Editor Satu
#hharga LPG non subsidi