Untuk Serap Tenaga Kerja Industri
SIMALUNGUN, METRODAILY – Kinerja KEK Sei Mangkei menunjukkan tren pertumbuhan signifikan. Nilai produksi kawasan industri tersebut tercatat meningkat 19,1 persen, dengan kontribusi ekspor mencapai 13,3 persen. Bahkan, lebih dari 70 persen produk telah menembus pasar internasional.
Dominasi sektor hilirisasi sawit, karet, pariwisata, dan logistik menjadi pendorong utama pertumbuhan kawasan yang berlokasi di Kecamatan Bosar Maligas itu. Hingga kini, sebanyak 29 pelaku usaha telah beroperasi di kawasan tersebut.
Plt Administrator KEK Sei Mangkei, Irwan Hercules Sitorus, menyampaikan capaian tersebut dalam forum Coffee Morning dan ramah tamah bersama pengusaha serta Pemerintah Kabupaten Simalungun, Jumat (17/4).
Baca Juga: HUT ke-193 Simalungun Diawali Ritual Maranggir, Dimeriahkan Parade 32 Kecamatan
“Kami menyambut baik pertemuan ini sebagai momentum penting untuk mempererat kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan kawasan,” ujarnya.
Namun demikian, Irwan menekankan perlunya penguatan infrastruktur, khususnya akses jalan dan fasilitas pendukung lainnya guna menunjang aktivitas investasi yang terus meningkat.
Perwakilan PT Kawasan Industri Nusantara, Alwin Abdi, berharap forum tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menghasilkan langkah konkret percepatan pengembangan kawasan.
Baca Juga: Ayah Aniaya Bocah Kelas 1 SD di Siantar, Dipukul Pakai Kabel Charger
“Diharapkan ada solusi nyata agar KEK Sei Mangkei memberi dampak signifikan bagi ekonomi daerah dan nasional,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Simalungun melalui Wakil Bupati Benny Gusman Sinaga, yang mewakili Bupati Anton Achmad Saragih, menegaskan komitmen memperkuat dukungan terhadap kawasan industri tersebut.
Salah satu langkah strategis yang disiapkan adalah pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) di Perdagangan. Fasilitas ini dirancang untuk mencetak tenaga kerja terampil dan siap pakai sesuai kebutuhan industri di KEK Sei Mangkei.
Baca Juga: Marsombuh Sihol Awali Rangkaian HUT ke-155 Siantar
“Kegiatan ini menjadi wadah untuk menyerap masukan sekaligus memperkuat sinergi demi kemajuan kawasan dan manfaatnya bagi masyarakat,” ujar Benny.
Selain pembangunan BLK, Pemkab Simalungun juga akan berkoordinasi dengan PT Kinra terkait pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA), penyediaan hunian pekerja, serta pembentukan tim satuan tugas khusus untuk pengelolaan kawasan.
Dukungan juga diarahkan pada peningkatan jalan provinsi di sekitar kawasan, melalui kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, administrator KEK, PT Kinra, dan BPJS Ketenagakerjaan.
Baca Juga: Mabes Polri Periksa Senpi di Polres Siantar, Pastikan Aman dan Sesuai Prosedur
Sebagai Ketua Dewan Kawasan, Anton Achmad Saragih menegaskan bahwa KEK Sei Mangkei harus menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kita adalah satu-satunya kawasan ekonomi khusus di Sumatera Utara berbasis manufaktur. Kepastian hukum dan kemudahan perizinan harus menjadi daya tarik utama bagi investor,” tegasnya.
Meski dihadapkan pada tantangan global seperti fluktuasi ekonomi dan geopolitik yang berdampak pada biaya produksi, pemerintah daerah optimistis sinergi yang kuat akan menjaga iklim investasi tetap kondusif.
Baca Juga: Perempuan Asal Batam Ditemukan Tewas di Kios Kosong
Forum ditutup dengan sesi diskusi interaktif antara pelaku usaha dan pemerintah, membahas berbagai kendala serta solusi strategis guna mempercepat pengembangan KEK Sei Mangkei sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru berkelas dunia. (esa)