Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Direksi Borong Saham BBCA Saat Harga Turun, Sinyal Kuat Rebound ke Rp10.000?

Editor Satu • Sabtu, 18 April 2026 | 18:07 WIB
Direksi PT Bank Central Asia Tbk tercatat memborong saham BBCA saat harga melemah pada kuartal I 2026.
Direksi PT Bank Central Asia Tbk tercatat memborong saham BBCA saat harga melemah pada kuartal I 2026.

JAKARTA, METRODAILY – Aksi pembelian saham oleh jajaran direksi PT Bank Central Asia Tbk menjadi sorotan pasar pada kuartal I 2026. Di tengah fluktuasi pasar, manajemen justru menambah kepemilikan saham BBCA dalam jumlah signifikan.

Berdasarkan keterbukaan informasi, sejumlah petinggi BCA melakukan transaksi pembelian saham menggunakan dana pribadi. Langkah ini kerap diartikan sebagai sinyal kepercayaan internal terhadap prospek jangka panjang perusahaan.

Beberapa transaksi yang tercatat antara lain:

Baca Juga: Arsenal Krisis Sayap Kanan, Bocah 16 Tahun Max Dowman Berpeluang Starter vs Man City

Aksi kolektif tersebut terjadi saat harga saham BBCA mengalami tekanan, yang dalam praktik pasar dikenal sebagai strategi buy on weakness.

Valuasi Dinilai Masih Murah

Dari sisi valuasi, saham BBCA dinilai masih berada di level menarik. Pengamat pasar modal Rendy Yefta menyebut, rasio harga terhadap laba (price to earnings ratio/PER) BBCA saat ini berada di kisaran 15 kali.

Sebagai perbandingan, saham ARTO diperdagangkan di kisaran PER sekitar 64 kali. Perbedaan ini menunjukkan adanya gap valuasi yang cukup lebar antara bank konvensional besar dan bank digital.

Secara fundamental, BCA dikenal sebagai bank dengan kinerja keuangan stabil, laba konsisten bertumbuh, serta rasio dana murah (CASA) yang kuat. Kondisi ini membuat sebagian analis menilai harga saham BBCA saat ini relatif undervalued dibandingkan kualitas bisnisnya.

Baca Juga: Man City vs Arsenal: Saka Absen, Ancaman Besar The Gunners di Laga Penentu

Peluang Rebound Terbuka

Dengan kombinasi aksi beli dari internal dan valuasi yang dinilai rendah, saham BBCA disebut memiliki potensi penguatan ke depan. Jika valuasi kembali ke kisaran historis PER 18–20 kali, harga saham diperkirakan dapat meningkat signifikan.

Level Rp10.000 per saham menjadi salah satu proyeksi yang kerap disebut pelaku pasar, mengingat posisi harga tertinggi sebelumnya mendekati Rp11.000 per saham.

Meski demikian, pelaku pasar tetap diingatkan untuk mempertimbangkan risiko, termasuk dinamika suku bunga, kondisi likuiditas global, serta sentimen pasar domestik yang dapat memengaruhi pergerakan saham perbankan. (Rel)

Editor : Editor Satu
#saham BCA