Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Rapat Pajak Roga Berastagi Ricuh, Warga Minta Fokus Stabilkan Harga Tani

Editor Satu • Jumat, 17 April 2026 | 17:10 WIB
Sekretaris Daerah Kabupaten Karo memimpin rapat optimalisasi operasi pasar di Ruang Rapat Rukun Sembiring, Kantor Bupati Karo, Kabanjahe, Rabu (15/4/2026).
Sekretaris Daerah Kabupaten Karo memimpin rapat optimalisasi operasi pasar di Ruang Rapat Rukun Sembiring, Kantor Bupati Karo, Kabanjahe, Rabu (15/4/2026).

KARO, METRODAILY – Polemik operasional Pajak Roga Berastagi justru membuka kritik lebih luas terhadap arah kebijakan pemerintah daerah.

Masyarakat menilai persoalan ini bukan konflik antar pasar, melainkan muncul akibat “pemicu” dari kebijakan yang tidak tepat sasaran.

Hal itu mengemuka dalam rapat yang dipimpin Gelora Kurnia Putra Ginting terkait optimalisasi operasi pasar, Rabu (15/4/2026).

Baca Juga: Jude Bellingham Frustrasi Cedera Berulang: Ritme Permainan Terganggu

Awalnya, rapat membahas optimalisasi pasar. Namun, pembahasan bergeser ke isu operasional Pajak Roga yang kini buka setiap hari, termasuk dugaan rencana pembatasan hari operasional.

Situasi ini memicu:

Pengelola Pajak Roga: “Kami Tidak Pernah Bermasalah”

Pengurus Pajak Roga, Tambak Tarigan, menegaskan tidak pernah ada konflik dengan Pasar Dolat Rayat Lau Gendek.

Baca Juga: Newcastle Incar Jose Mourinho, Eddie Howe Terancam?

Ia justru menilai polemik muncul setelah adanya survei dari pihak dinas.

“Jangan benturkan kami. Selama ini tidak ada masalah, tapi tiba-tiba muncul isu pembatasan hari buka,” ujarnya.

Kepala Disperindag Karo, Sarjana Purba, membantah memberi perintah survei pembatasan operasional.

Baca Juga: Tersingkir dari Liga Champions, Barcelona All Out di LaLiga: Misi Selamatkan Musim!

Namun di sisi lain:

Kontradiksi ini memperkuat kecurigaan publik adanya miskomunikasi atau kebijakan yang tidak solid.

Pasar Dolat Rayat: Sepi karena Efek Persaingan Hari Minggu

Pengelola Pasar Dolat Rayat mengakui tidak ada konflik, tetapi terdampak secara ekonomi.

Baca Juga: Performa Mandek, Chelsea Siap Jual Garnacho?

Fakta di lapangan:

“Kami hanya minta satu hari kesempatan,” ungkap perwakilan pengelola.

Sekda Karo menegaskan solusi harus dicari bersama, namun mengakui keputusan akhir ada di pelaku pasar.

Pemerintah:

Baca Juga: Jadwal Liga Inggris Pekan Ini: Duel Panas Chelsea vs MU, Penentuan Gelar City vs Arsenal

Fokus ke Harga Pertanian, Bukan Konflik Pasar

Kritik paling tajam justru datang dari masyarakat.

Seorang warga Berastagi menilai:

“Jangan arahkan ombak ke sesama pedagang. Fokuslah pada harga pertanian yang tidak stabil,” ujarnya.

Kasus ini menyoroti persoalan yang lebih mendasar:

Editor : Editor Satu
#Rapat Pajak Roga Berastagi