TAPSEL, METRODAILY - Bank Sumut melalui pembiayaan murah bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) akan menjadi solusi keuangan bagi warga Tapsel yang selama ini mengandalkan pinjaman berbunga tinggi dari rentenir.
Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Gus Irawan Pasaribu mengambil langkah menggandeng bank daerah ini sebagai tindak lanjut arahan Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution yang mendorong perluasan akses pembiayaan UMKM melalui kolaborasi daerah. Selama ini, baru sekitar 7,7 persen UMKM di Sumatera Utara yang tersentuh layanan perbankan.
“Banyak pelaku usaha terjebak bunga hingga 24–28 persen per tahun. Ini terlalu tinggi dan membebani,” kata Gus Irawan, Rabu, (16/4/2026).
Baca Juga: Bupati Tapsel dan Dandim 0212/TS Ikuti Launching Nasional Jembatan Garuda
Untuk mengatasinya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapsel menyiapkan skema pengalihan kredit dari lembaga berbunga tinggi ke Bank Sumut. Program ini juga menyasar korban bencana yang kehilangan sumber penghasilan.
Direktur Utama Bank Sumut Heru Mardiansyah menyatakan Tapanuli Selatan akan menjadi proyek percontohan pembiayaan UMKM melalui dua skema: kredit usaha mikro berbasis tanggung renteng dan layanan keuangan tanpa kantor “Sumut Link”.
Melalui skema tanggung renteng, pelaku usaha, terutama perempuan akan dihimpun dalam kelompok minimal enam orang untuk mengakses pinjaman Rp1 juta hingga Rp20 juta. Suku bunga ditetapkan maksimal 16 persen dan ditargetkan turun hingga 13 persen.
Baca Juga: Kapolres Tapsel Pimpin Sertijab Kasat Resnarkoba dan 2 Kapolsek
“Ini alternatif yang lebih sehat dibandingkan pinjaman rentenir,” ujar Heru.
Selain pembiayaan, Bank Sumut juga menyiapkan “Sumut Link”, layanan perbankan tanpa kantor yang memungkinkan transaksi setor, tarik tunai, hingga pembayaran cicilan melalui agen desa.
Menurut Heru, keterlibatan kepala desa dan dusun sebagai agen akan mempercepat distribusi layanan keuangan hingga ke tingkat akar rumput.
Ia optimistis skema ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan inklusi keuangan di Tapanuli Selatan.
Pemerintah daerah menilai kolaborasi ini menjadi langkah konkret memperkuat ekonomi warga, sekaligus menekan praktik pinjaman berbunga tinggi yang selama ini membebani pelaku usaha. (irs/rel)